Malas


Gambar

Ah teman.. rasa malas itu sungguh menyiksa..

Ketika kau merasa malas memenuhi panggilan Tuhan, maka siap-siaplah tersiksa di api neraka

Ketika kau merasa malas untuk melaksanakan tugas, maka bersiap-siaplah untuk gagal

Dan ketika kau malas mengerjakan TA, maka mulailah membiasakan diri mendengar kalimat “kamu kapan lulusnya?”. atau jenis kalimat biasa namun memiliki makna amat dalam seperti, “kalian masuk bareng-bareng kok keluarnya ga bareng? Dia udah ST loh..”. Begitu kata salah satu dosen saya kemarin. haha

Malas itu menyiksa.

Sungguh menyiksa. Yang pada akhirnya akan mendatangkan penyesalan.

Namun banyak dari kita menyuburkan malas tersebut. Termasuk saya. fuh..

Kenapaa malas itu sangat menggoda?. Em.. barangkali karena memang hal-hal yang berbau kemalasan itu cenderung yang enak-enak dan bersifat duniawi. Misal, saya lebih demen nonton ketimbang belajar, tidur-tiduran ketimbang mendahulukan solat, main-main ketimbang mengerjakan tugas, dengerin musik ketimbang murotal, baca novel ketimbang baca al-qur’an dan segudang aktivitas lainya.

Jadi mari kita banyak2 berdoa dan berusaha ya. Malas itu ga akan habis. Yakin deh. Jadi begitu jg dengan usaha kita untuk melawannya. 😀

ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekkan diwaktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan dan kematian.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Advertisements

AKU Merindukanmu, Gina (Ketika Outline TA Berstatus Galau)


Salam..

Hari ini saya hanya tidur 4 jam. Bisa dikatakan sebuah keajaiban. Hehe. Kalau kemarin-kemarin rasanya sangat sulit untuk bangun subuh ketika malamnya begadang, hari ini terasa lumayan mudah untuk dilakukan.

Entah karena faktor memang saya tidur dalam keadaan agak lapar, atau memang ga konsentrasi tidur karena hari ini harus bertemu dosen yang memeriksa outline TA saya. hhe

Yang jelas saya merasa bahwa Tuhan memang sedang mencari-cari alasan untuk meminta saya bertemu denganNya. Disana, disepertiga malam terakhir itu.

Terkadang Tuhan harus menyadarkan kita dengan berbagai rintangan dan kesulitan agar membuat kita menyadari bahwa “hey, kamu itu masih punya AKU, ayo sini, temui AKU. Sebab AKU rindu kamu, hambaKu”. :’)

Teman, seharusnya kita malu telah membuat Tuhan harus mencari-cari alasan untuk membuat kita mau menemuiNya.

Jangan tunggu sampai Tuhan marah. Bahaya.

Yuk segera minta maaf, karena Tuhan itu Maha Pemaaf. 🙂

Hari ini juga saya semakin sadar bahwa kesulitan saya ternyata belum ada apa2nya. Makin kecil, menciut, mengkerut rut ruttt. Bentar lagi juga ditelan bumi.

“Yang sabar aja, itu semua proses, suatu saat kamu akan tau jalan itu yang terbaik. Dulu mbak nyusun skripsi sambil dilarang dokter syaraf karena mbak ga boleh mikir berat beberapa bulan setelah pernah gegar otak ringan :D. Alhamdulillah Allah gak akan pernah pergi dari kita setelah ngasi kita ujian. Smangat!”.

Begitulah bunyi BBM yang menciutkan kasus saya. hehe

Hari ini juga ternyata status outline saya menjadi lebih ga jelas lagi. Ditolak enggak, diterima juga belum. Revisi bisa jadi sih, tapi status dijurusan masih outline yang ditolak. Galau. Begitu kali ya kalo katanya anak gaul. hehe

Yang jelas, apapun statusnya sekarang, saya yakin itu yang terbaik.

Barangkali Tuhan masih ingin bermesraan dengan saya lebih lama lagi. 😀

Semoga kelak, dalam setiap hati kita tertanam rasa rindu padaNya diwaktu malam, setiap hari, dan setiap waktu ya teman2. :’) aamiin

Terserah Kamu, Mau Menangkap atau Membuangnya


tips-peluang-bisnis-sabun-curah

Sumber : Google Image

Beberapa hari ini sebenarnya saya agak kepikiran tentang ini..

malam-malam sebelumnya saya selalu terbangun tengah malam menjelang pagi. Barangkali sekitar jam 4-an. Kalo dipikir-pikir sih masih bisa solat tahajud, tapi apa boleh buat, melanjutkan tidur tampak lebih menarik. hhe

Lalu beberapa hari yang lalu juga saya dapat SMS panggilan wawancara. Mulanya sih semangat. Tapi setelah si orang yang meng-SMS bilang kalo saya harus mengajar didaerah JEC, mikir 2 kali lah saya. (Kebetulan kemarin saya ngelamarnya jadi guru les, hehe). Alasan mengapa saya menolak wawancara ini sebenarnya simple. Saya belum cukup yakin kuat menempuh 2 jam perjalanan pergi-pulang untuk mengajar. Itu kalo ga macet loh ya.. Jadi apa mau dikata. Saya lepas. Mundur teratur.

Lalu dilain waktu saya diberikan kesempatan untuk solat tepat waktu. Tapi saya sia-siain dengan baring-baring, nonton film, bbman, baca buku, dan seabrek alasan yang saya pikir tidak begitu penting.

Dilain waktunya lagi, saya masih lebih suka menghabiskan waktu bergosip ria dengan teman-teman atau sekedar menonton film sampai berjam-jam (sering pula seharian). Padahal jelas-jelas saya bisa menjadikan waktu bergosip dan menonton saya dengan hal yang lebih bermanfaat. Misal membaca, menulis, buat handmade dan lainnya.

Ah teman.. Ternyata peluang dan kesempatan itu selalu ada. Sekarang tinggal perkara kita mau menangkap dan mempergunakannya sebaik mungkin atau sebaliknya, membuang peluang dan kesempatan tersebut. :’)

Hidup ini kita yang tentukan.

Tuhan itu telah mengizinkan kita untuk menentukan jalan mana yang akan kita tempuh, jalan yang Ia ridhoi atau jalan yang Ia izinkan namun Ia murkai. :’) Simple.

Khitanan


Beberapa hari ini rumah disamping kostan saya sedang sibuk menggelar lapak untuk khitanan atau bahasa mudahnya sunatan. Khitan sendiri aslinya dari bahasa arab, yang artinya memotong atau bisa juga artinya alat kelamin (baik laki-laki maupun perempuan).

Semula saya sangka ini acara nikahan. hehe. Bagaimana tidak, ada tenda berhias kain warna merah marun, kursi plastik plus organ tunggal, tidak lupa pula organ tunggal itu hidup dari tadi malam sampai pagi ini. Tiada henti. Persis seperti orang pesta nikahan. Bersyukurnya, organ itu tak terlalu kencang.

Lama-lama saya jadi penasaran kenapa laki-laki diwajibkan berkhitan? Ya, walaupun perempuan juga dikhitan sih… cuma bedanya kalo perempuan dilakukan waktu bayi. hehe. Dulu sekali, saya sudah 3 kali melihat orang dikhitan. Pertama khitanan teman saya, kedua keponakan saya dan yang ketiga seorang bayi perempuan, entah bayi siapa. Maklum, ibu saya yang berprofesi sebagai bidan memudahkan akses saya untuk melihat proses pengkhitanan tersebut. hehehe

Dari apa yang saya lihat sewaktu kecil, orang dikhitan itu adalah bagian luar kulitnya saja. Yang paling saya takuti waktu itu adalah proses pembiusanya. Haha. Teman saya yang dikhitan, tapi saya yang mengernyit-ngernyitkan kening. xP. Adapun yang paling saya kasihani ketika proses pengkitanan adalah proses khitan si perempuan. Karena seingat saya ketika dipotong ga pake bius-biusan kayak laki-laki. Kebayang ga sakitnya?. Untung waktu khitannya waktu bayi, jadi juga gatau sakitnya kayak apa. haha

Nah, pertanyaannya sekarang adalah, apakah yang membuat seorang laki-laki itu wajib dikhitan? Ah,, sebenarnya perkara wajib atau tidaknya itu masih dalam perbincangan. Sebagian ulama bilang wajib, sebagian bilang sunah. Jadi, menurut saya ada baiknya kita lihat saja dari sisi kebaikan dan keburukanya khitan tersebut.

Menurut para medis, salah satu penyebab kanker rahim itu adalah karena pasanganya tidak khitan. Kenapa?. Nah, usut punya usut, ternyata dibagian ujung kelamin laki-laki terdapat tempat yang dapat menampung kotoran dari air kencing. Sehingga, apabila tempat itu tidak dibuang maka akan menumpuk-numpuklah kotoran pada ujung kelamin laki-laki tersebut. Selain itu, karena kotor, bisa jadi timbul berbagai penyakit kelamin.

Adapun manfaat khitan bagi perempuan yaitu berupa menstabilkan syahwat dan dapat memuaskan pasangannya kelak. Namun sayangnya memang belum banyak penelitian tentang khitan pada anak perempuan ini. Sehingga manfaat-manfaatnya belum terlalu banyak terungkap. Tapi bukankah segala hal yang dianjurkan dalam islam itu indah, teman?

Sama halnya ketika nabi SAW melarang kita minum sambil berdiri. Ternyata, setelah sekian ribu tahun baru terungkap mengapa orang yang paling mulia tersebut menasehati kita agar minum sambil duduk. Ketika kita minum sambil berdiri, maka air yang kita minum tidak melewati penyaring alami tubuh (sfringer) sehingga kuman-kuman/virus-virus/kotoran-kotoran yang masih hidup dalam air ikut terproses dalam pencernaan kita. Akibatnya bisa menimbulkan kristal ginjal atau bahasa lumrahnya sakit batu ginjal.

Nah.. jadi ga ada alasan mengapa kita tidak khitan kan teman-teman?. Syaratnya barangkali hanya 1, jangan mengkhitan secara berlebihan. Cukup ujung kulit luarnya saja. Agar tidak menimbulkan dampak yang negatif. :’)

Referensi :

Ajaran Khitan dalam Islam, Injil dan Taurat : http://indonesiagotofaith.wordpress.com/2011/10/25/ajaran-khitan-dalam-islam-injil-dan-taurat/

Polemik Khitan Wanita : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/polemik-khitan-wanita.html

Dibalik Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri : http://syiar-muslim.mywapblog.com/dibalik-larangan-makan-minum-sambil-berd.xhtml

33 Pesan Nabi


Bismillahhirrohmanirrohim..

Gambar

Recommended Book ^^

Alkisah.. Bertemulah 2 pemuda dari pondok pesantren yang berbeda di sebuah gang jalan..

A : Eh, kamu murid pondok pesantren pojok itu ya? yang suka razia sembarangan. Ingat bung, ini bukan negeri arab!

B : Emang kenapa? Daripada pesantren ente.. ngaku islam tapi kebarat-baratan.

A : HEH! Gara2 orang kayak kamu, islam di cap teroris! Anarkis!!! Nyadar ga sih?

B : EEEEHhh.. Nyalahin orang.. Gara2 orang kayak ente, nilai islam makin gak jelas..

A : AAAhhh… Banyak bacot lu! Kolot!! (mulai nonjok)

B : Daripada ente! Letoy, munafikk!! (bales nojok)

Walhasil, 2 pemuda ini pun main tonjok2an ditepi gang.

Sampai kemudian datanglah seorang pedagang yang membawa bakul melerai mereka. Lalu beliau mengeluarkan sabda Nabi SAW,

Janganlah kamu kafir kembali sesudahku. dimana sebagian kamu memenggal leher yang lain“.

(HR. Bukhari)

Dan akhirnya 2 pemuda inipun saling bermaafan dan berpelukkan.

Dilain episode,

Ada seorang pemuda yang sedang berlari tergopoh-gopoh ke desa sebelah, Amir namanya.

Saat ditanya hendak apa ia ke desa sebelah, si Amir pun menjawab, “Ada pembagian daging kurban pak”.

Lalu ia pun berlari dengan semangat. Sesampainya ia di desa sebelah, terkejutlah ia melihat rumah keluarga besar Haji Sumringah telah berubah menjadi lautan manusia yang kelaparan. Dimana orang-orang menjadi acuh tak acuh satu dengan lainnya, berjotos-jotosan, saling injak, saling sikut, saling dorong demi sekerat daging.

Lalu si Amirpun pulang, berjalan dengan gontai.

Ketika ditanya, “Udah selesai le? kok cepat amat? loh.. mana dagingnya?”.

“Saya gak jadi ambil pak, perasaan saya jadi gak enak. hehehe” Jawab Amir sambil cengengesan garuk2 kepala.

“Eh, gak enak kenapa le?” tanya si bapak yang tampaknya masih bingung.

Lalu Amir pun menjawab, “Saya malu pak.. Benernya tadi emak sudah melarang.. Kata emak meski gak punya daging, masih ada beras.., masih ada sayur.., tapi saya pingin nyenengin emak..

Tapi begitu sampai sana, saya jadi malu pak.. Untuk sekerat daging, kami harus berebut. Menyakiti orang lain. Manusia tidak lebih berharga dari sekerat daging kambing…

yang bikin saya lebih malu, hal ini terjadi berulang, gak ada yang berubah, gak ada yang berarti, lewat begitu saja.

Saya malu, Saya baca koran yang saya jual, jumlah intelektual muslim kita banyak, tapi mengapa hal remeh-temeh seperti ini terus terulang?

Kadang saya berpikir, apakah mungkin orang-orang seperti kami memang sengaja dibiarkan begini, agar kaum berharta bisa menjadikan kami sebagai tumbal dosa mereka? Menjaga perasaan suci dengan menabur remah-remah roti. Kalau benar begitu.. Saya malu.. Saya malu dengan negeri ini.”

Jelas Amir dengan panjang lebar..

Lalu si bapak pun teringat dengan sabda Rasulullah dalam sebuah hadist sohih Bukhari, dari Abu Hurairah R.A nabi SAW bersabda :

Iman mempunyai lebih dari 60 cabang. Adapun malu adalah satu dari cabang iman“.

Begitulah penggalan-penggalan episode dari buku ini.

Buku ini sebenarnya berbentuk komik dan bahasanya sangat mudah dipahami. Kejadian-kejadian dalam komik ini pun sebenarnya sangat real dan sering terjadi disekitar lingkungan kita.

Contohnya saja 2 kejadian yang saya ceritakan diatas. Betapa seringnya kita, saudara sesama muslim dan sama-sama mengaku islam, saling menyerang dan menganggap diri lebih baik. Ada juga berbagai aliran islam. Jujur saja, saya juga masih belajar. Masih belum paham benar apa islam yang paling benar itu yang aliran mana??. Tapi ibu selalu bilang dan berpesan, “Gina islamnya yang biasa-biasa aja ya.. Pegang Al-qur’an dan Hadist.. pelajari.. 2 itu cukup. Gausah ikut aliran apapun”.

Satu lagi pemandangan yang sangat biasa dan akan ramai diperbincangkan TV swasta adalah masyarakat kampung A meninggal terinjak oleh masa yang berebut daging kurban di rumah X.. atau banyak korban luka-luka akibat berebut uang sedekah di rumah Y dan lain sebagainya.

Sungguh miris ya teman..

Maka menurut saya buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca bagi teman-teman yang masih ingin belajar banyak tentang kehidupan. :’) Didalm buku ini terdapat berbagai macam hadis yang InsyaAllah sohih dari Bukhari dan Muslim. Dinarasikan dengan cerita singkat dan gambar-gambar kocak. Jadi baca hadis semacam baca komik gitu.. hehe

Penulisnya sendiri dulu sudah pernah diundang pada acara Chatting dengan YM. Namanya Pak Veby Surya Wibawa dengan nama pena vbi_Djenggotten.

Buku ini terdiri dari 2 seri.. Buku pertama seri jaga mata, jaga telinga, jaga mulit dan buku kedua seri jaga hati, buka pikiran. ^ ^

Gambar

Daftar isi seri pertama

Gambar

Daftar isi seri kedua

Selamat mencari dan membaca teman-teman.. ga rugiii deh 😀

Baca juga rekomendasi buku lainnya

https://febireginasari.wordpress.com/2013/03/09/ada-singa-dalam-dirimu/

AKU Merindukanmu, Gina. (Ketika Outline TA diTolak)


Hari ini saya menerima kabar yang kurang mengenakkan dari jurusan, tempat saya berkuliah. Pasalnya sudah sekian minggu saya menunggu pengumuman outline TA saya, tapi belum juga keluar kabar tersebut. Sampai akhirnya tadi pagi saya mendapatkan BBM dari beberapa teman yang bunyinya, “outline TA udah kluar gen, coba cek”. Lalu saya tanyakan, “apa kamu liat punyaku?”. Si teman saya ini menjawab, “liat gen, tapi coba kamu liat sendiri aja ke jurusan ya”. Deg! Perasaan saya kurang enak.

Dan benar saja. Ternyata Alhamdulillah, outline saya ditolak. hehe. Hal pertama yang saya rasakan itu sebenarnya bingung campur panik. Bingung mau bagaimana dan panik kalau-kalau saya harus buat ulang. Hal kedua yang terpikir dibenak saya adalah menemui dosen yang sudah memberikan tema pada saya. Setelah menghadap calon dosen pembimbing, barulah saya merasakan agak tenang. Beliau bilang kontennya udah oke, ga ada masalah dan gausah diubah. Saya lega.

Dan usaha saya hari ini untuk bertemu dosen yang memeriksa outline TA saya pun berujung dengan nihil. Si dosen tak dikampus dan sms saya belum dibalas. Sedang menelepon bukan ide yang bagus menurut saya?. Barangkali beliau sibuk.

Jadi saya putuskan menunggu sampai senin besok. Entah apa yang akan terjadi, terjadilah. Begitu yang ibu saya katakan dulu, ketika ayah mendapatkan kecelakaan.

Sebenarnya saya sempat berfikir kalau outline saya ini bakalan ditolak, walaupun dosen yang memberi tema bilang udah bagus. Entah kenapa. Barangkali semacam keyakinan diri. Setiap kali saya ingat sabda Rasulullah bahwa Allah akan mengikuti persangkaan hambaNya, saya selalu berusaha menepis keyakinan itu. Tapi lagi lagi, Allah Maha Tahu apa yang disembunyikan hambaNya. :’)

Maka saya hanya dapat berusaha belajar mengambil hikmah dari kejadian hari ini, agar semakin pantas menerima karunia yang banyak dariNya (Qs. Al-baqarah : 269). Barangkali Allah sudah mulai merindukan saya. Sebab beberapa hari ini saya memang jarang sekali solat tepat waktu dan berdoa panjang lebar kepadaNya. Bukankah Allah suka kepada hamba yang memohon padaNya? Bukankah ketika kita tidak meminta padaNya, itu namanya sombong? (Qs. Al-mu’min : 60). Alih-alih meminta pada Allah agar outline saya diterima, saya malah sibuk berkoar-koar pada dosen yang sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri, agar outline tersebut diterima dan saya mendapatkan pembimbing yang saya incar.

Allah tempat meminta segala sesuatu” (Qs. Al-Ikhlas : 2). Ya, barangkali saya lupa dengan firman ini. Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua. aamiin. :’)

Sebenarnya, kalau mau main kompare2an, nasib saya belumlah seberapa. Masih ada yang lebih tidak mengenakkan lagi nasibnya. Senior saya, Mas x, juga ditolak skripsinya. Dan ga tanggung-tanggung, ditolaknya pas lagi pendadaran. Tapi ketika bercerita dengan mas X ini, saya ngerasa dia legowo banget. Pasrah ama keputusan Allah. Dari kata2nya saya menangkap sinyal bahwa “aku udah berusaha gen, dosen pembimbing juga udah bilang bisa maju pendadaran, tapi ya Allah maunya lain”. Dan akhirnya diapun mengulang. SubhanaAllah. Ga ada tersirat kemarahan dalam dirinya, yang ada hanyalah berpasrah padaNya dan tetap berusaha.

Saya juga punya teman yang akhirnya mengulang TA nya lantaran si dosen pembimbing menganggap ia layak untuk membuat TA yang lebih bagus lagi. Yang teman saya lakukan malah berusaha sebaik-baiknya, tanpa harus mengundur target lulus apalagi mengeluh. SubhanaAllah.

Jadi, saya pikir sangat tidak layak bila saya hanya mengeluh dan menangis. Maka saya katakan terus pada diri ini, “jangan nangis gina, jangan nangis. Nangis aja ga akan nyelesein masalah”.

Namun sayangnya, mata memang ga bisa bohong. hehe. Bukan karena outline yang ditolak, melainkan keharuan. Ya, terharulah saya ketika mendapatkan support dan perhatian dari teman-teman, terlebih lagi ibu saya. Saya memang cerita ke ibu kalau outline saya hari ini ditolak, bukan bermaksud untuk mengeluh, saya hanya meminta didoakan sama ibu. Dan ibu bilang, “InsyaAllah ibu setiap habis solat selalu meminta kemudahan untuk Gina. InsyaAllah ibu berdoa khusus”. Kata-kata simple ini selalu bisa buat hati saya kembang kempis. hehe

Lalu ada sohib baik saya dilab yang juga menanyakan dan mengkhawatirkan saya. Ketika saya jawab A B C, dia berkata “brarti udah gak bermasalah lagi ghen, ayo ghen semangat2 :)”. Diapun ikut memberikan saran ini dan itu, dan sungguh sangat membantu. Membantu perasaan saya supaya tetap tenang. hehe

Ada juga dosen yang mengontrol kinerja kami di lab, dia juga berkata “masih ada gen.. masih ada Allah”. Sungguh sejuk kata-kata itu. :’)

Dan teman baik saya juga memberikan saya doa nabi musa, bunyinya :

Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuanku dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”” (Qs. Taha : 25-28).

Betullah, bahwa Alqur’an buku petunjuk hidup yang sempurna. Semua ada disana. :’)

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga akan pernah sadar tentang doa indah nabi musa as ini.

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga bisa merasakan perhatian-perhatian sederhana yang menyenangkan dari teman-teman saya dan ibu.

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga punya kesempatan untuk belajar mengambil hikmah.

Dan bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga punya kesempatan untuk bersyukur dalam kesempitan dan kesusahan yang bahkan lebih mulia hitunganya dihadapan Allah daripada bersabar ketika sempit dan susah.

Dengan kata lain, bahasa mudahnya, “Allah sendang menolongmu, untuk lebih dekat dan mengamalkan apa yang Ia perintahkan”.

Coba deh bayangkan kalo ga ada ujian sama sekali dalam hidup kita? Barangkali Allah ga peduli ama kita tuh.. Mengerikan kan? hehe.

Maka hari ini saya putuskan untuk berusaha semaksimal mungkin, memperbaiki redaksional kata yang masih amburadul. Barangkali apa yang saya tuliskan belum bisa dimengerti banyak orang. Agak sedih juga sih, karena itu artinya saya belum berhasil membuat orang mengerti dengan apa yang saya tuliskan. Tapi ga apa2, Belajar terus pokonya. 😀 InsyaAllah.

Semoga kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian ya teman-teman.. aamiin..

Salam m/

533256_380515548686401_394700775_n

Sedikit Hasil dari Apa yang Diupayakan. #HandMade


Dan inilah dia hasil karya kami beberapa hari yang lalu.

Sayang, karena ada kegiatan satu dan lain hal, kami baru bisa buat sedikit. hehe

Semoga kemampuan ini bisa diasah lebih baik. 😀 aamiin.

Gambar

My First Bross (Flanel)

Gambar

Second Bross (Flanel)

Gambar

Bros Kawat Pertama saya 😀

Ceritanya mau coba buat bross kawat yang diputer-puterin itu loh.. kayaknya sih mudah ya.. KAYAKNYA. Tapi pas dicoba ternyata “lumayan” juga. Ga bisa asal lilit. haha. Pemilihan warna, pencocokan mutiara dan jenis kawat sangat menentukan! 😀

Gambar

Peniti, kebun bunga

Gambar

Peniti Jilbab

Gambar

Bross Kawat Bunga

Nah! kalo yang ini jelas bukan saya yang buat. Secara bagus dan teratur gitu. hahah. Inilah karya wiwid :D. Bross kawat bunga. :’). Hope someday can make it. hehe

SAM_0253

Bross kawat kupu2

Bross kupu-kupu ini juga wiwid yang buat. hehehe… Ini hasil dia berguru sama mbak-mbak petra.. ternyata ngotot biar dapat tiket gratis ga sia2. ehehehehe

Gambar

Seluruh karya kami 😀

Semoga suatu saat nanti hasil karya kami layak dijual dan terjual semua.. aamiin.. (Demi mengembalikan modal, hehe)

Sampai bertemu dilain waktu ya teman-teman 😀 salam..

Ketika Pria dan Wanita Saling Bertanya


297820_406489356073523_1982441828_n

Seringkali, ketika seorang pria hendak berhubungan serius dengan seorang wanita (menikah) hal klise yang ditanyakan adalah, “Apakah kamu siap untuk hidup susah denganku?”.

Ah teman..

Sebagai manusia normal, tentu saja kami-kami ini (para wanita) tidak ingin hidup susah. Cobalah tanya pada semua orang. Adakah yang mau hidupnya susah dan serba kekurangan?. Jika ada yang mau, maka semoga saja ia seorang yang jujur. :’)

Saya pribadi tidak mengetahui jawaban seperti apa yang laki-laki inginkan dari kami. Hanya saja menurut saya, perkara mau hidup susah atau tidak itu bukanlah sebuah pilihan yang bisa dijawab dengan bersedia atau tidak bersedia. Melainkan sesuatu yang harus dijalankan dengan penuh kesabaran dan kebersyukuran. Bukankah sesudah kesusahan selalu ada kemudahan? (Qs. Al-Insyirah 5-6). Bukankah setiap kesusahan itu merupakan ujian kenaikan iman? (Qs. Al-Ankabut 2-3).

Adapun pertanyaan yang sering dilontarkan wanita pada laki-lakinya adalah “Dapatkah kamu menghidupi ku dan anak-anak kita kelak? Bertanggung jawab pada keluarga?”. Sebagai perempuan, jujur saja saya juga sering berfikir seperti itu. Ketika ada seseorang yang mulai mendekati saya, otomatis pikiran saya akan kesana.

Lantas, kebanyakan lelaki barangkali akan mengatakan sanggup. Entah itu benar adanya atau tidak. Yang jelas ber-positive thingking selalu lebih baik. :’D

Teman-teman semua pasti sudah tahukan bahwa sesungguhnya sejak dahalu kala Allah SWT telah memberi kita petunjuk melalui sabda Rasul-Nya, yaitu :

“Seorang wanita biasanya dinikahi karena 4 hal, yaitu karena hartanya, nasabnya (keturunan), kecantikannya, dan agamanya. Maka utamakan memilih istri karena agamanya. Kamu akan merugi (Bila tidak memilih karena agamanya).”

(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Maka sejatinya, pertanyaan-pertanyaan yang sering kita dengar tersebut sebenarnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Cukup ikuti petunjuk yang paling benar, yaitu Rasulullah. Sudah sangat jelas dan gamblang. Lihatlah agamanya. Cintai jiwanya, sebab raga hanyalah sementara dan harta hanyalah ujian dari-Nya.

Semoga kita semua bisa lebih mempelajari buku petunjuk hidup kita ya teman-teman. Biar ga melakukan hal yang sia-sia apalagi salah kaprah. ^ ^

Smangat selalu.

Continuous Self Improvement! 😀

Salam m/

That’s Why I Always Love You, Mom


pejks

Miss you, Mom

Malam ini aku bertanya pada ibu, “bu, kado apa ya bagusnya buat ayah?”

Lalu ibu menjawab, “Doa saja, bertahajudlah, tumpahkan air mata pada Allah. Semoga apa yang kita inginkan dapat di raih dengan baik”.

SubhanaAllah ibu.. :’)

Betullah kata om pepeng,

“Orang tua itu ga butuh harta anak-anaknya. Makan aja juga udah ga enak, seenak-enak apapun makanan tersebut. Orang tua itu akan merasa lebih bahagia ketika anaknya mengikuti nasehat orang tuanya.” :’)