Jangan Takut Kalah Sebelum Berperang.

Teman, terkadang ngotot dengan apa yang kita inginkan itu memang sangat diperlukan. Jangan mau kalah selagi masih bisa diperjuangkan. Jangan mundur dulu sebelum maju. Dan kalo katanya pepatah itu, “Jangan takut kalah sebelum berperang!”.😀

Baru-baru ini saya dan teman saya pergi berburu pernak-pernik untuk mengisi waktu luang kami. Maklum, memang kebetulan kami sudah mahasiswi tingkat akhir (Cieileh,hehe). Jadi udah ga sibuk-sibuk banget. Dia tinggal mengerjakan KTI, lulus, Predik dan KOAS, nah saya tinggal TA, pendadaran, lulus!. Aktifitas yang kelihatanya sedikit tapi menguras tenaga dan pikiran. wkwk

Teman saya ini, orangnya memang agak pendiam kalo berada dilingkungan baru atau orang baru. Tapi aslinya juga lumayan cerewet kok kalo dikost. Ga sependiem diluar. Hehe. Kami punya hobi yang sama, bereksperiment dengan kerajinan tangan.😀

Nah, Ada sebuah toko yang memang sering kami kunjungi untuk berburu bahan handmade ini. Di sana juga ada kursus untuk membuat kerajinan tangan mulai dari merangkai bunga, sarung tisu, bross jilbab dll yang semuanya berbahan mutiara, batu dan sejenisnya.

Lagi asik-asiknya milah-milih barang yang mau dibeli, si mbak yang jaga toko menghampiri saya. Barangkali karena keranjang saya sudah terisi penuh. Hehe. Dia bertanya saya mau cari apa lagi?, saya jawab saya tidak tahu. Dia tanya apa barang-barangnya mau dihitung? saya jawab nanti saja. Dan tiba-tiba si mbaknya bilang kalau pembelian diatas Rp100.000,- AKAN MENDAPATKAN PELATIHAN KURSUS PRIVAT SELAMA 1 JAM untuk membuat aneka kerajinan tangan seperti bross, sulam pita dll. Telingan saya langsung berdiri mendengarnya. AHA! Ini yang kami butuhkan. Ilmu!

Anak kost seperti saya ini selalu senang mendengar embel-embel “gratis, ga bayar, free, dibayarin” dan kata-kata sejenis lainya. hehe

Tapi sayang voucher tersebut tak berlaku untuk kelipatannya. Jadi mau pembelian beratus2 lipat dari kelipatan 100 pun tetap hanya mendapatkan 1 voucher. Saya jelaskan pada si mbak itu bahwa kami sebenarnya belanja sendiri-sendiri, tapi memang kami gabung saja untuk memudahkan. Mbaknya tetep keukeuh kalo vouchernya cuma dapat 1.

Berbagai bujuk rayu mulai saya lancarkan. Mulai dari kasih senyum termanis, sedikit berkedip, sampai nyolek-nyolek mbaknya. Tapi gagal. Ga habis akal, akhirnya dengan nada sedikit mengancam saya bilang, “yaudah mbak, kalo vouchernya ga bisa untuk berdua, itu barangnya dipisah aja, buat notanya jadi 2.” Saya sengaja bilangnya pas barang udah dihitung dan notanya udah jadi. HAHAHA. Kalo mau, ya silahkan hitung ulang, kerja duakali! wkwk.

Setelah tanya sama temannya, si mbak tadi mengizinkan kami dapat 2 voucher. *Menang mutlak, yes!!!*.

Malangnya, uang kami ga cukup untuk bayar tunai. Hahaha. Jadi yang tadinya pembayaran akan dilakukan dilantai 2 harus dilakukan dilantai 1 (yang ada mesin penggeseknya).

Turunlah kami. Sampai dikasir lantai 1, saya kembali ingin memastikan apakah dengan 1 nota tersebut kami bisa mendapatkan 2 voucher kursus. Dan benarlah tebakan saya. Mbak kasirnya bilang hanya dapat 1! Oh Tuhan.. Apakah saya harus kembali mengancam?.

Saya jelaskan bahwa mbak yang di atas sudah mengizinkan kami untuk mendapatkan 2 voucher dari 1 nota dan sudah saya jelaskan pula bahwa kami belinya berdua. Mbaknya tetep keukeuh bilang 1 voucher.

Ah.. Baiklah sodara. Ancaman harus dilancarkan kembali.

Saya pikir tak akan berhasil, karena mbak yang 1 nya lagi juga ga ngebolehin. Saya sudah bertekat untuk memisahkan barang tersebut kalau memang tidak bisa dapat 2 voucher. Toh ini HAP! Hak Asasi Pelanggan! hehe

Sambil mengancam minta pisahin barang-barangnya dan dihitung ulang, saya lirik si wiwid ini. Berharap mendapat bantuan dan dukungannya. Dan oh Tuhan.. Teman saya ini hanya diam seribu bahasa sambil menunduk. Saya lirik lagi, lirik lirik lirik terus. Ga diliat juga. Barangkali dia malu ya.. Haha.

Tapi saya sungguh tak perduli. Saya mau dapat 2 voucher. Dan harus dapat 2 pokoknya. Batin saya.

Saya terus bertanya apa saya bisa dapat 2 voucher dengan 1 nota. Mungkin karena kasihan atau barangkali terganggu dengan pertanyaan saya yang sama berulang-ulang, akhirnya mbak kasir yang sudah ibu-ibu, yang semenjak saya merengek minta 2 voucher tadi hanya diam saja, mengizinkan kami dapat 2 voucher! Yiipppiieeee…😀 Dan 2 voucher itupun kini berada ditangan. *sumringah*

Masih banyak jalan menuju Roma, asal mau jalan! Begitulah kalo katanya ust. Felix Siauw. Hehe. Jadi ya saya terapkan saja. Ga bisa jalan dengan rayuan maut, jalan dengan ancaman, masih kurang mempan juga ya jalan dengan rengekan.

Dan TARAAAAA…. Inilah dia vouchernya! Haha. Alhamdulillaaaahhh…

IMG-20130312-00080

Tiket menuju ilmu😀

Teman, tak perlu malu menuju apa yang kita inginkan. Perjuangkanlah selagi kamu bisa. Sebab malupun ada tempatnya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s