AKU Merindukanmu, Gina. (Ketika Outline TA diTolak)

Hari ini saya menerima kabar yang kurang mengenakkan dari jurusan, tempat saya berkuliah. Pasalnya sudah sekian minggu saya menunggu pengumuman outline TA saya, tapi belum juga keluar kabar tersebut. Sampai akhirnya tadi pagi saya mendapatkan BBM dari beberapa teman yang bunyinya, “outline TA udah kluar gen, coba cek”. Lalu saya tanyakan, “apa kamu liat punyaku?”. Si teman saya ini menjawab, “liat gen, tapi coba kamu liat sendiri aja ke jurusan ya”. Deg! Perasaan saya kurang enak.

Dan benar saja. Ternyata Alhamdulillah, outline saya ditolak. hehe. Hal pertama yang saya rasakan itu sebenarnya bingung campur panik. Bingung mau bagaimana dan panik kalau-kalau saya harus buat ulang. Hal kedua yang terpikir dibenak saya adalah menemui dosen yang sudah memberikan tema pada saya. Setelah menghadap calon dosen pembimbing, barulah saya merasakan agak tenang. Beliau bilang kontennya udah oke, ga ada masalah dan gausah diubah. Saya lega.

Dan usaha saya hari ini untuk bertemu dosen yang memeriksa outline TA saya pun berujung dengan nihil. Si dosen tak dikampus dan sms saya belum dibalas. Sedang menelepon bukan ide yang bagus menurut saya?. Barangkali beliau sibuk.

Jadi saya putuskan menunggu sampai senin besok. Entah apa yang akan terjadi, terjadilah. Begitu yang ibu saya katakan dulu, ketika ayah mendapatkan kecelakaan.

Sebenarnya saya sempat berfikir kalau outline saya ini bakalan ditolak, walaupun dosen yang memberi tema bilang udah bagus. Entah kenapa. Barangkali semacam keyakinan diri. Setiap kali saya ingat sabda Rasulullah bahwa Allah akan mengikuti persangkaan hambaNya, saya selalu berusaha menepis keyakinan itu. Tapi lagi lagi, Allah Maha Tahu apa yang disembunyikan hambaNya. :’)

Maka saya hanya dapat berusaha belajar mengambil hikmah dari kejadian hari ini, agar semakin pantas menerima karunia yang banyak dariNya (Qs. Al-baqarah : 269). Barangkali Allah sudah mulai merindukan saya. Sebab beberapa hari ini saya memang jarang sekali solat tepat waktu dan berdoa panjang lebar kepadaNya. Bukankah Allah suka kepada hamba yang memohon padaNya? Bukankah ketika kita tidak meminta padaNya, itu namanya sombong? (Qs. Al-mu’min : 60). Alih-alih meminta pada Allah agar outline saya diterima, saya malah sibuk berkoar-koar pada dosen yang sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri, agar outline tersebut diterima dan saya mendapatkan pembimbing yang saya incar.

Allah tempat meminta segala sesuatu” (Qs. Al-Ikhlas : 2). Ya, barangkali saya lupa dengan firman ini. Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua. aamiin. :’)

Sebenarnya, kalau mau main kompare2an, nasib saya belumlah seberapa. Masih ada yang lebih tidak mengenakkan lagi nasibnya. Senior saya, Mas x, juga ditolak skripsinya. Dan ga tanggung-tanggung, ditolaknya pas lagi pendadaran. Tapi ketika bercerita dengan mas X ini, saya ngerasa dia legowo banget. Pasrah ama keputusan Allah. Dari kata2nya saya menangkap sinyal bahwa “aku udah berusaha gen, dosen pembimbing juga udah bilang bisa maju pendadaran, tapi ya Allah maunya lain”. Dan akhirnya diapun mengulang. SubhanaAllah. Ga ada tersirat kemarahan dalam dirinya, yang ada hanyalah berpasrah padaNya dan tetap berusaha.

Saya juga punya teman yang akhirnya mengulang TA nya lantaran si dosen pembimbing menganggap ia layak untuk membuat TA yang lebih bagus lagi. Yang teman saya lakukan malah berusaha sebaik-baiknya, tanpa harus mengundur target lulus apalagi mengeluh. SubhanaAllah.

Jadi, saya pikir sangat tidak layak bila saya hanya mengeluh dan menangis. Maka saya katakan terus pada diri ini, “jangan nangis gina, jangan nangis. Nangis aja ga akan nyelesein masalah”.

Namun sayangnya, mata memang ga bisa bohong. hehe. Bukan karena outline yang ditolak, melainkan keharuan. Ya, terharulah saya ketika mendapatkan support dan perhatian dari teman-teman, terlebih lagi ibu saya. Saya memang cerita ke ibu kalau outline saya hari ini ditolak, bukan bermaksud untuk mengeluh, saya hanya meminta didoakan sama ibu. Dan ibu bilang, “InsyaAllah ibu setiap habis solat selalu meminta kemudahan untuk Gina. InsyaAllah ibu berdoa khusus”. Kata-kata simple ini selalu bisa buat hati saya kembang kempis. hehe

Lalu ada sohib baik saya dilab yang juga menanyakan dan mengkhawatirkan saya. Ketika saya jawab A B C, dia berkata “brarti udah gak bermasalah lagi ghen, ayo ghen semangat2 :)”. Diapun ikut memberikan saran ini dan itu, dan sungguh sangat membantu. Membantu perasaan saya supaya tetap tenang. hehe

Ada juga dosen yang mengontrol kinerja kami di lab, dia juga berkata “masih ada gen.. masih ada Allah”. Sungguh sejuk kata-kata itu. :’)

Dan teman baik saya juga memberikan saya doa nabi musa, bunyinya :

Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuanku dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”” (Qs. Taha : 25-28).

Betullah, bahwa Alqur’an buku petunjuk hidup yang sempurna. Semua ada disana. :’)

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga akan pernah sadar tentang doa indah nabi musa as ini.

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga bisa merasakan perhatian-perhatian sederhana yang menyenangkan dari teman-teman saya dan ibu.

Bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga punya kesempatan untuk belajar mengambil hikmah.

Dan bisa jadi, ketika tidak ada sejarah tertolaknya outline TA dalam hidup saya, saya ga punya kesempatan untuk bersyukur dalam kesempitan dan kesusahan yang bahkan lebih mulia hitunganya dihadapan Allah daripada bersabar ketika sempit dan susah.

Dengan kata lain, bahasa mudahnya, “Allah sendang menolongmu, untuk lebih dekat dan mengamalkan apa yang Ia perintahkan”.

Coba deh bayangkan kalo ga ada ujian sama sekali dalam hidup kita? Barangkali Allah ga peduli ama kita tuh.. Mengerikan kan? hehe.

Maka hari ini saya putuskan untuk berusaha semaksimal mungkin, memperbaiki redaksional kata yang masih amburadul. Barangkali apa yang saya tuliskan belum bisa dimengerti banyak orang. Agak sedih juga sih, karena itu artinya saya belum berhasil membuat orang mengerti dengan apa yang saya tuliskan. Tapi ga apa2, Belajar terus pokonya.😀 InsyaAllah.

Semoga kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian ya teman-teman.. aamiin..

Salam m/

533256_380515548686401_394700775_n

3 thoughts on “AKU Merindukanmu, Gina. (Ketika Outline TA diTolak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s