Jangan Mengingkari Diri


Kamis kemarin, ketika konsultasi TA, saya bertemu dengan salah seorang senior. Angkatan 2007. Dan belum pernah saya kenal sebelumnya. Bahkan sampai sekarang. Sebab hanya saling sapa faktor sama-sama menunggu dosen pembimbing.

Dia bertanya pada saya mengapa begitu cepat mengerjakan TA?. Saya diam. Cepat?. Sebegitu absurdnya kah definisi cepat ini. hehe

“Besok angkatan 2009 udah ada yang wisuda kok mas”. Sekarang gantian dia yang diam.

“Kamu mau ngapain cepat-cepat lulus?”.

————————————————————————————————————————-

Sering kali kita berkata pada diri kita sendiri, “ah.. ngapain cepat-cepat lulus. nanti juga bingung sendiri mau ngapain. bingung duit jajan berhenti. bingung harus hidup mandiri. kalo duit habis malu minta sama orang tua” dan segudang alasan lainnya.

Padahal mau lulus cepat atau lambat ya sama aja. Akan menghadapi hal-hal seperti diatas. Yang membedakan hanya waktunya.

Jangan mengingkari diri. Dunia ini ga sebatas kampus. Banyak orang berdalih, “jangan lahir prematur”. Menurut saya, seharusnya ga ada kata-kata prematur ini. Sebab waktu 4 atau 3 tahun itu lama. Iyakan?.

Coba kita bayangkan kalo seandainya waktu 4 atau 3 tahun itu kita pergunakan seproduktif mungkin. Yakin deh banyak pengalaman yang kita dapat.

Saya sendiri sadar, saya masih banyak menyia-nyiakan waktu saya.

Jadi, kalo sudah tau kita sendirilah yang menyebabkan waktu 4 atau 3 tahun itu kurang untuk lahir secara sempurna, mari jangan tindas mereka yang berusaha sekuat tenaga untuk lahir sempurna tepat waktu dengan kalimat, “Mau ngapain kamu cepat-cepat lulus?”.

Mari kita berdoa untuk kebaikan sesama. Sebab, ketika kita berdoa untuk orang lain, malaikatlah yang turun tangan berdoa untuk kebaikkan kita. Indah kan? ^ ^

Yuk, Semangat kawan! ๐Ÿ˜€

Buaian Malam


Gambar

Hai malam, dapatkah aku bertanya?.

Ya?. Jawab malam

Mengapa engkau mendatangkan gelap?.

Sebab kau mendatangkan terang.

Jika aku tak mendatangkan terang, kau bagaimana? Apakah tetap gelap?.

Mungkin ya dan mungkin tidak.

Ah.. jawabanmu sungguh absurd, malam.

Sebab kau bertanya hal yang tidak perlu ditanya, hai pagi.

Media Informasi dan Rumus Menela’ahnya


Gambar

Seiring dengan perkembangan zaman, berkembang jugalah peradaban dunia manusia. Jika dulu hanya dikenal dunia nyata, kinipun masyur kehidupan dunia maya. Siapa yang tak kenal internet?. Setiap anak diajarkan untuk tidak gaptek. Untuk mengerti internet dan mengambil manfaat darinya.

Hampir semua informasi bisa kita dapatkan dari dunia maya. Ketikkan apa saja di web browser Anda, dan Andapun akan segera menemukan jawabannya.

Sampai-sampai ada yang bilang, “Tempat bertanya pertama adalah Tuhan, yang kedua adalah Google”. hehe

Namun, sebagai konsumen/pengguna, tentu kita harus tetap berlaku cerdas. Tidak semua informasi yang ada dalam internet benar. Oleh sebab itu kita diminta untuk lebih hati-hati dan menelaah terlebih dahulu terhadap suatu berita. Hebatnya lagi, hal ini pun juga sudah dijelaskan oleh Al-Qur’an, buku panduan hidup kita. :’D.

“Wahai orang-orang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.

(QS. Al-Hujarat(49) : 6)

Menurut Asbabun Nuzulnya, suatu hari Rasulullah SAW menyerukan kepada Harits bin Dhirar al-Khuza’i ra untuk masuk islam. Iapun (Harits) menerima islam dan nabi SAW menyerunya untuk membazar zakat dan iapun (Harits) menyetujuinya. Lalu Harits Bin Dhirar al-Khuza’i ra meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk pulang kepada kaumnya agar ia dapat menyeru mereka kepada islam dan menunaikan zakat. Ia (Harits) juga meminta kepada Nabi SAW untuk mengirimkan seorang utusan kepadanya (ke iban) untuk mengambil zakat yang berhasil ia kumpulkan dari orang-orang yang memenuhi seruannya (untuk masuk islam). Namun, saat ia telah mengumpulkan zakat, belum juga ada orang yang datang menemuinya untuk mengambil zakat tersebut. Sehingga ia pun pergi menemui Rasulullah.

Dilain pihak, ternyata Rasulullah mengirimkan Walid bin ‘Uqbah untuk mengambil zakat tersebut. Namun Walid pulang kembali dan membuat laporan palsu bahwa Harits tidak menyerahkan zakat dan hendak membunuhnya. Sehingga Rasulullah mengirimkan utusan berikutnya kepada Harits (untuk mengkonfirmasi kebenaran berita yang dibawa oleh Walid).

Sampai akhirnya Harits dan utusan Rasulullah yang kedua itu bertemu ditengah perjalanan. Akhirnya mereka sepakat bersama-sama menghadap Rasulullah. Sesampainya dihadapan Rasulullah, Rasulullah SAW bertanya kepada harits, “Mengapa kau menahan zakat dan mau membunuh Walid, utusanku?”. “Demi Allah, aku tak berbuat kedua hal itu”. Jawab Harits.

Lihatlah. Teladan Rasulullah bersikap terhadap informasi yang didapatnya. :’).

Rasa-rasanya agak berbanding terbalik dengan media informasi yang ada sekarang ini. Ingat betul saya, dulu, ketika jamannya merapi Yogya bernyanyi ria. Ayah, ibu dan sanak saudara dikampung halaman begitu cemas dengan saya yang notabene tinggal digunung merapi. Informasi yang lebay ga karuan malah membuat resah. Padahal saya biasa-baisa saja. Malah sedang ujian tengah semester sambil menikmati nyanyia merapi. Ah.. Media informasi. Berguna namun juga berbahaya. Jadi yuk sama-sama belajar menelaah informasi. Saya juga masih banyak ketipu. hehe

Salam hangat teman. ^ ^

Mereka Bertanya Islam Menjawab #1


Pertanyaan :

Semua agama pada dasarnya mengajarkan kepada para pengikutnya untuk melakukan kebaikkan. Lantas mengapa orang harus mengikuti islam saja, tidak bisakah mereka mengikuti agama yang lainnya?.

Jawaban :

1. Perbedaan utama antara islam dan agama lainnya

Pada dasarnya, semua agama mendorong manusia untuk berlaku lurus dan menjauhi keburukkan. Tetapi islam lebih dari itu. Ia menuntun kita menuju cara-cara praktis mewujudkan kebaikkan dan menyingkirkan keburukkan dari kehidupan individual dan kolektif. Islam memperhitungkan sifat manusia dan kompleksitas masyarakat manusia. Islam adalah bimbingan dari Sang Maha Pencipta. Oleh sebab itulah islam disebut juga Dinul Fitrah (agama alami manusia).

2. Islam memerintahkan kita menjauhi perampokkan dan menganjurkan untuk melenyapkan perampokkan

a. Islam menganjurkan untuk melenyapkan perampokkan

Semua agama besar mengajarkan bahwa pencurian adalah perbuatan buruk. Islam pun mengajarkan yang sama. Jadi, apa bedanya antara islam dan agama-agama lain?. Perbedaannya terletak pada fakta bahwa islam, selain mengajarkan bahwa merampok itu buruk, menunjukkan cara praktis menciptakan sebuah struktur sosial dimana orang tidak akan merampok.

b. Islam mengajarkan zakat

Islam menganjurkan sebuah sistem zakat yang wajib dibayar per tahun. Hukum islam menetapkan bahwa setiap orang yang mempunyai harta simpanan melebihi nisab, yaitu lebih dari 85gr emas, harus mengeluarkan 2,5% dari simpanan itu untuk didermakan setiap tahun perhitungan bulan. Jika setiap orang kaya di dunia ini mengeluarkan zakat dengan ikhlas, kemiskinan akan terhapus. Tidak ada seorangpun yang mati kelaparan.

c. Potong tangan sebagai hukuman bagi perampok

Islam memerintah pemotongan tangan bagi orang yang terbukti mencuri. Dalam Al-qur’an disebutkan, “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangann keduanya (Sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah..” (QS. Al-Maidah : 38).

Sebagian orang non muslim akan mengatakan, “Hari gini potong tangan?. Islam adalah agama barbar dan kejam!”.

d. Hasil tercapai ketika syariat islam diberlakukan

Amerika dianggap sebagai salah satu negara paling maju di dunia. Sayangnya, ia juga memiliki angka kejahatan tertinggi di dunia dalam hal pencurian dan perampokkan. Andaikan syariat islam diberlakukan di Amerika, yaitu setiap orang kaya membayar zakat , dan setiap perampok dipotong tangannya sebagai hukuman, kira-kira angka pencurian dan perampokkan di Amerika akan meningkat, tetap, atau turun?. Tentunya akan turun. Diberlakukannya hukum yang tegas semacam itu juga akan menyurutkan niat banyak calon perampok.

Saya sepakat bahwa jumlah pencurian yang terjadi di dunia ini sedemikian besar sehingga kalau Anda memotong tangan semua pencuri, akan ada puluhan orang yang kehilangan tangan.

Intinya adalah ketika Anda menerapkan hukum ini, angka pencurian akan turun seketika. Calon perampok akan berpikir berulangkali sebelum membahayakan anggota tubuhnya. Sekadar membayangkan hukuman itu saja nyali mayoritas perampok akan ciut. Hanya akan ada segelintir orang saja yang merampok. Karena itu, hanya tangan beberapa orang saja yang dipotong, tetapi berjuta-juta orang akan hidup damai tanpa takut dirampok.

Dengan demikian, syariat islam bisa dipraktikan dan mencapai hasilnya.

3. Islam mencegah pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap perempuan. Islam memerintahkan hijab dan menetapkan hukuman mati bagi seseorang yang terbukti memperkosa

a. Islam menetapkan metode untuk melenyapkan pelecehan seksual dan pemerkosaan

Semua agama menyatakan pelecehan seksual dan pemerkosaan perempuan sebagai dosa besar. Islam mengajarkan hal yang sama. Lalu, apa beda antara islam dan agama-agama lain?. Perbedaanya terletak pada fakta bahwa islam tidak hanya mengkhotbahkan penghormatan terhadap perempuan, atau mengutuk pelecehan seksual dan pemerkosaan sebagai jenis serius, tetapi juga memberi panduan yang jelas tentang bagaimana masyarakat bisa melenyapkan kejahatan semacam ini.

b. Hijab bagi laki-laki

Islam mempunyai sebuah sistem hijab. Al-Qur’an mula-mula menyebutkan hijab untuk laki-laki lalu disusul dengan hijab bagi perempuan. Hijab untuk laki-laki disebutkan dalam ayat berikut :

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengatahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30).

Ketika seorang laki-laki melihat perempuan dan ada pikiran kotor atau melintasi benaknya, ia harus menundukkan pandangannya.

c. Hijab bagi perempuan

Hijab untuk perempuan disebutkan dalam ayat berikut :

Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandanganya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, keucali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, ayah suami mereka, atau putra mereka…..” (QS.An-Nur: 31)

Ketentuan hijab bagi seorang perempuan adalah menutup seluruh tubuhnya. Bagian tubuh yang boleh dilihat hanyalah wajah dan telapak tangan. Jika mereka mau, mereka bisa menutupi bagian-bagian tubuh itu. Bahkan beberapa ulama berpendapat bahwa wajah juga harus ditutup.

d. Hijab mencegah pelecehan seksual

Alasan mengapa Allah memerintahkan hijab bagi perempuan disampaikan dalam surat Al-Ahzab berikut :

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbanya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali,ย  karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Al-Qur’an mengatakan bahwa hijab ditetapkan bagi perempuan agar mereka dikenali sebagai perempuan terhormatย  dan ini akan menjauhkan mereka dari pelecehan.

e. Hasil tercapai jika syariat islam diberlakukan

Andaikan syariat islam diberlakukan di Amerika, setiap kali seorang laki-laki memandang seorang perempuan dan pikiran kotor atau liar melintas dibenaknya, dia menundukkan pandangannya. Setiap perempuan Amerika mengenakan pakaian yang menutup rapat tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya. Hukuman mati dijatuhkan kepada laki-laki yang melakukan pemerkosaan. Bila demikian, apakah angka pemerkosaan di Amerika akan naik, sama saja, atau turun?.

4. Islam mempunyai solusi praktis bagi permasalahan umat manusia.

Islam adalah cara hidup terbaik karena ajaran-ajarannya bukan retorika doktriner melainkan solusi praktis bagi permasalahan umat manusia. Islam merupakan cara hidup secara individu maupun kolektif. Islam merupakan cara hidup terbaik karena ia adalah sebuah agama praktis dan universal yang tidak terbatas untuk kelompok atau bangsa tertentu.

(Dr.Zakir Abdul Karim Naik)

Dalam bukunya :

Mereka Bertanya Islam Menjawab

(Pertanyaan Menjanggal tentang Islam yang Sering Diajukan Orang Awam dan Non-Muslim).

Penulis :

Dr. Zakir Naik

Prof. Dr. Shalah Shawi

Syaikh Abdul Majid Subh

Semoga bermanfaat ya teman. ^ ^

Salam. m/

77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita #Part 1


“Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan, ia berhak untuk mendapat pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu”.

(HR. Muslim)

Indah bukan? :D. Begitulah.. Sesuai sifat-Nya. Allah Maha Baik, Maha Penyayang.. ^ ^

Bulan lalu saya membeli buku karya Muhammad Khalil Itani berjudul seperti judul tulisan ini. 77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita. Awalnya saya ingin membaca sampai habis dulu baru kemudian saya rangkum. Tapi rasa-rasanya malah sayang.

Bukankah lebih baik kita mempelajarinya perlahan? :D. Seperti kitab suci Al-qur’an yang diturunkan berangsur-angsur. Agar kita dapat lebih memahami dan menerapkan ajaran tersebut.

Nah! Oleh sebab itu saya ingin memecah buku ini menjadi beberapa tulisan. Dengan harapan kita semua dapat mengambil pelajaran dan sama-sama belajar menerapkannya. hehe

Baiklah. Mari kita mulai teman. 2 pertama pesan Nabi Muhammad SAW kepada muslimah :

1. Menata Niat Setiap Berbuat

Setiap amal disertai niat, dan setiap orang dinilai berdasarkan niatnya. Siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasulullah, hijrahnya kepada Allah dan Rasulullah. Siapa yang berhijrah untuk meraih dunia atau menikahi perempuan maka hijrahnya hanya kepada apa yang ia hijrahi”. (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

Teman, ternyata niat itu adalah ibadah hati dan amal itu adalah ibadah jasmani. Jadi murnikanlah niat kita untuk Allah semata. Memang sih niat itu ada tingkatannya. Yuk diupgrade sama-sama. ๐Ÿ˜€

Allahpun berfirman,

“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)”. (QS. Al-Bayyinah (98) : 5)

Allah juga ngingatin kita,

“Katakanlah, jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya‘”. (QS. Ali-Imran (3) : 29).

2. Perkara Halal dan Haram itu Jelas

Sesungguhnya perkara halal itu jelas dan perkara haram juga jelas. Diantaranya keduanya terdapat perkara yang masih samar (subhat) yang tidak diketahui banyak manusia. Barang siapa menjauhi perkara subhat, ia telah membebaskan diri untuk agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam perkara-perkara subhat, ia akan jatuh dalam perkara haram, laksana penggembala yang menggembalakan (ternaknya) disekitar tempat yang dijaga yang hampir-hampir merumput di dalamnya. Ingatlah, setiap raja memiliki kawasan yang dijaga dan sesungguhnya kawasan yang dijaga Allah adalah perkara-perkara haramnya. Ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal darah, jika dia baik maka seluruh jasad akan baik, dan jika dia rusak maka seluruh jasad akan rusak. Ingatlah, segumpal darah itu adalah hati“. (HR. Bukhari, Abu Dawud, Nasa’i, Ibn Majah, dan Muslim).

nah, segitu dulu ya teman. Mari pahami dan terapkan bersama-sama. ^ ^

Salam. m/

Gambar

Tujuan Masing-Masing dan Cemburunya Ibu


Pada akhirnya kita memang harus menentukan sendiri mau dibawa kemana perjalanan hidup ini.

Tadi pagi ada seorang saudari yang berkunjung kekostan. Biasa. Ketika sesama wanita saling bertemu, kami seringkali curhat-curhatan. Mulai dari masalah kampus-jodoh-sampai keluarga.

Kali ini temanya juga tidak jauh-jauh dari ketiga masalah diatas. Setelah bercerita panjang kali lebar tentang kehidupan kampus, tugas kami sebagai mahasiswi tingkat akhir, tentang hal-hal yang sedang diupayakan sekarang sampai kelak kedepannya akan seperti apa.

Ia selalu bercerita tentang keluarganya. Begitupun saya. Saling bercerita dan berbagi makna.

Masalah pelik yang belum bisa diselesaikannya dari beberapa semester belakangan ini adalah tentang belum matchingnya keinginan sang ibu dan sang kakaknya. Menyangkut jodoh. Wanita seperti apapun yang dibawa oleh sang kakak belum juga dapat memuaskan hati ibunya.

Niat ibunya memang baik. Ingin memberikan yang terbaik dan tersempurna bagi anak laki-laki tertuanya. Masalahnya hanya satu. Apa yang sempurna dimata ibunya belum tentu sesuai dan cocok dengan keinginan anaknya.

Teman. Setiap dari kita memiliki masing-masing tujuan hidup yang seharusnya bermuara pada yang satu, yaitu keridhoan Tuhan.

Niat yang baik harus dilaksanakan dengan cara yang baik pula. Terlalu protektif terhadap keinginan anak rasa-rasanya bukan hal yang terlalu baik, juga tidak terlalu buruk. Ketika anak sudah dewasa, saya pikir sudah selayaknya ia menentukan sendiri apa yang ia inginkan.

Namun satu hal yang saya pahami dan mengerti dari cerita saudari saya itu. Ibunya belum ikhlas untuk melepas anak lelaki tertuanya. Barangkali takut sibuk ketika sudah berkeluarga. Saya rasa ini wajar. Mengingat ialah yang membesarkan dan merawat anaknya sampai menjadi seperti sekarang. hehe

Dan saya rasa itulah sebab mengapa ibunya belum juga “sreg” dengan wanita seperti apapun yang kakaknya bawa ke rumah untuk kemudian diperkenalkan sebagai calon istri. Bukan karena wanita itu tidak baik. Tapi lebih kepada rasa sayang dan cemburu ibunya. ^ ^

Dan mungkin itulah sebab mengapa islam mewajibkan anak laki-lakinya tunduk dan nurut kepada ibunya dulu baru istrinya. ๐Ÿ™‚

Dipenghujung Jalan


Mendekati hari-hari pelepasan jabatan selalu menjadi hal yang membahagiakan sekaligus hal yang menyedihkan bagi saya.

Bahagia karena akan memasuki babak baru kehidupan. Sedih karena itu artinya harus berpisah dengan saudara-saudara seperjuangan. Tapi memang semboyan “dimana ada awal selalu ada akhir” itu benar adanya. hehe

Beginilah hidup. Ga akan ada yang abadi sebelum ajal menjemput.

Masing-masing dari kita barangkali akan merindukan masa-masa ini. Mengingat hal-hal lucu lalu tersenyum-senyum sendiri.

Tidak mengapa. Ingatlah selalu memori baik. Lupakan dan ambillah pelajaran dari memori yang buruk. Tuhan turunkan kebahagiaan dan kesedihan dengan masing-masing pelajaran-Nya. ^ ^

Anehnya Pertemanan


Gambar

Assalammu’alaikum teman :D.

Kali ini saya ingin bercerita tentang betapa anehnya sebuah pertemanan itu.

Ya, aneh menurut saya. Karena kita cenderung baik didepan, tapi menjelek-jelekkan dibelakang.

Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan curhatan seorang saudara tentang temannya. Betapa tidak tahannya ia akan sikap salah satu teman dekatnya.

Berbulan-bulan yang lalu pun saya mendapati diri saya terjebak pada situasi ini. Segerombolan wanita berbicara tentang kejelekkan teman wanitanya yang lain ketika si orang yang sedang dibicarakan itu tidak bersama kami.

Dan ketika saya pulang kampung pun saya masih mendapati fenomena yang aneh itu. Saudara saya yang berteman baik dengan seorang temannya ternyata tidak begitu menyukai sahabatnya tersebut. Saling sengit bila dibelakang.

Sungguh aneh. Mengapa kita terkadang baik didepan tapi membuka-buka aib mereka dibelakangnya?. Barangkali pertemanan jenis ini bukanlah teman/sahabat sejati seperti yang orang-orang katakan.

Dan mungkin itulah sebab mengapa kita dinasehati lebih baik diam ketika tidak mampu berkata baik.

Yuk jaga lisan kita, teman. Jangan sampai jadi boomerang dihari akhir kelak.

Semoga hidup teman-teman sekalian selamat dunia akhirat. aamiin.

Salam

Uniknya Pertemanan


Assalammu’alaikum wr.wb..

Semoga teman-teman sekalian sehat wal afiat ya.. aamiin ๐Ÿ˜€

Kali ini saya ingin membahas tentang pertemanan. Betapa uniknya ia. Siapa didunia ini yang tidak membutuhkan teman ataupun tidak suka berteman?. Kalau ada orang seperti itu, rasanya menyedihkan sekali. Sebab sejatinya, kita ini mahluk sosial. ^ ^

Kita tidak akan pernah bisa berdiri sendiri. Kita pasti membutuhkan orang lain. Dan kita pasti butuh berteman.

Menurut saya berteman ini pun ada tingkatannya. Ada yang berteman biasa, berteman dekat/bersahabat, atau berteman tapi sudah dianggap seperti saudara.

Dulu sekali saya sering mengkategorikan teman-teman saya pada 1 dan 2. Kalau tidak sahabatan ya berarti teman biasa.

Kami bersahabat kental sekali. Sampai-sampai ketika kami tidak bersama sehari saja teman-teman akan langsung tahu dan akan menebak-nebak, ‘apakah mereka marahan?’.

Yah begitulah. Suatu ketika terjadi masalah. Yang rupa-rupanya tertahan sejak lama. Sifat cuek saya membuatnya sedih dan tidak nyaman. Ampun. Saya benar-benar tidak merasa saya cuek. Dan saya merasa ia seorang yang egois. Impas sudah.

Berjauhan dengannya terasa neraka bagi kehidupan akhir masa SMP saya. Sedih ga karu-karuan. Bahkan bisa dibilang rasa sedihnya melebihi rasa putus cinta saya dulu. haha

Bila buku catatan masa SMP saya dibuka kembali, terlihatlah sudah semua kesedihan itu. Semua saya curahkan padanya. Saya yang merasa dilupakan, dikecewakan, takut kehilangan dan sebagainya.

11 Maret 2006 kami berbaikkan. Ingat betul saya, karena tanggal itu saya abadikan pada buku catatan kerokeropi. hehehe. Lega bukan kepalang, bahagia.

“Ah.. Untunglah semua sudah berakhir.. dan aku pun lega, ternyata dia menangisiku. Ternyata dia tak se-egois yang ku pikirkan. Dia tidak membiarkanku menangis sendirian. Huehehe. Ternyata tetap sehati”.

Begitulah bunyi catatan tersebut. :’)

Kami berbaikkan. Namun karena sekolah kami terpisah, akhirnya kami tak sedekat dulu lagi.

Memasuki masa SMA, saya tidak ingin memiliki sahabat. Semua teman saya masukkan pada kategori satu. Teman biasa. Tidak lebih.

Apakah itu membuat saya bahagia?. Ah teman. Ternyata juga tidak. Sering kali dulu saya mendapati diri saya termenung dijendela sambil berfikir, “ah, ga ada sahabat”. Lalu diam-diam ada yang menetes.

Maksut hati ingin menjaga perasaan hati agar kejadian seperti dulu tidak terulang kembali. Betapa tidak nyamannya bermusuhan dengan orang yang kita sayang dan sudah hampir 2 tahun lebih selalu bersama.

Dan begitulah kehidupan SMA saya. Berteman random. Tidak terlalu dekat, tidak pula terlalu jauh. Biasa-biasa saja.

Sampai suatu kali, dipenghujung masa SMA, saya memasuki IPA 3. Kekeluargaan dikelas ini terasa sekali. Kompak. Buat saya nyaman dan bahagia.

Disana saya mulai berfikir, kenapa pertemanan ini tidak kita anggap sebagai hubungan kekeluargaan saja?. Akan bertahan lebih lama dan lebih membahagiakan menurut saya.

Teman, cobalah lihat sebuah keluarga. Pasti seringkali berpencar. Begitupun dengan keluarga saya. Ketika kami kecil saja keluarga kami sudah berpencar. Ada yang di jambi, di padang, di jakarta dan ada pula yang di bandung. Berkumpul paling komplit hanya pada saat lebaran.

Dan apakah hubungan kami terputus?. Tentu saja tidak teman. Minimal masih saling kontak, walau hanya 6 bulan sekali. Minimal masih tahu kabar berita. Dan seminimal-minimalnya masih saling mengingat. Karena kami kan keluarga. hehe

Itulah yang saya tanamkan dalam diri saya kini. Bila sudah dekat dan sayang, saya lebih senang menganggapnya sebagai keluarga saya. Saudara saya. Sehingga ketika terjadi masalah atau sama-sama sibuk, silaturahmi kami tetap terjaga. Minimal dihati masing-masing.

Sekarang tidak ada lagi rasa sedih karena pertemanan itu. Ah, begitulah perteman ya teman. Sangat unik sekali. Banyak rasa yang ditimbulkan olehnya. ^ ^ Alhamdulillah.

GambarHanya saja ingatlah selalu pesan baginda Rasulullah yang indah dan mulia ini,

โ€œPermisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.โ€ (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)