Malu-Malu Kucing

Gambar
Sumber : Google Image

Pengennya A, yang keucap B. Itulah malu-malu kucing. Malu-malu tapi pengen. Malu-malu tapi mau.

Coba ingat-ingat, ketika kita ke rumah sodara, disuguhin makanan tuh. Nah, udah disuruh jabanin nih, otak bilang “ayo, ambil-ambil.. kue itu enak loh”. Tapi hati bilang, “jangan ah.. ga enak. yang laen pada diem. belum ambil. malu dong”.

Ditawarin sekali lagi, si otak langsung sorak-sorak, “Tuh kan.. ayo ambil ambil., rugi loh. ntar ngimpi di dirumah”. Hati bilang,”Ntar dulu laaaahhh.. yang laen aja pada belum jabanin. masak ente duluan”. Akhirnya tangan tertahan, mulut terkatup tapi mata fokus memandang si kue, tak berkedip. Galau, ragu, biru, kelabu. wahah

Dan akhirnya orang lain bergerak duluan. Ketika kita hendak mengambil kue terakhir, rupanya gerak si teman lebih cepat. Yah, apes deh.

Semoga hal seperti itu tidak terulang lagi. Tidak untuk kali ini. Aaamiin. ^ ^

Gambar
Sumber : Google Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s