Ramadhan dan Bermegah-Megahan

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin
6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim
7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainul yaqin
8. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)

(QS. At Takaatsur: 1-8)

Ga terasa ya teman-teman, sebentar lagi Ramadhan tiba, bulan paling mulia dalam islam. Dimana segala amalan baik dijadikan pahala berlipat ganda oleh Allah SWT. Allah humma solli’ala sayyidina Muhammad, waala ali sayyidina Muhammad.

Pada bulan Ramadhan ini, para seitan diikat, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya. Ini kesempatan!. Kesempatan kita panen keridhoan Allah, kesempatan kita untuk menjadi lebih baik dimata Allah, kesempatan buat kita untuk menghapus dosa dan panen pahala, kesempatan buat kita untuk jadi hambaNya yang bertaqwa, kesempatan buat kita untuk layak mendapatkan surga, dan kesempatan bagi kita untuk membiasakan diri beramal solihšŸ™‚

Namun sayangnya, sering kali kita lebih tertarik dan bersemangat dengan hari perayanya daripada bulan Ramadhannya. Coba deh kita liat ke dalam diri kita sendiri. Rasanya kita lebih banyak mempersiapkan diri ntuk keperluan lebaran. Misalnya membeli pakaian lebaran, sepatu lebaran, make-up lebaran, jilbab lebaran dan segala sesuatu yang berbau lebaran.

Coba bandingkan dengan persiapan kita menghadapi bulan Ramdhan. Sudahkah kita berlatih puasa di hari senin dan kamis? atau puasa putih (setiap tanggal 13,14,15 kalender islam)? atau memperbanyak puasa dibulan sya’ban?. Rasa-rasanya saya bisa menjawab hampir pasti tidak!. Banyak dari kita, -termasuk saya sendiri- lebih banyak mempersiapkan diri untuk lebarannya daripada Ramadhannya.

Sebenarnya tidak salah juga bersemangat di hari raya lebaran. Hanya saja jangan sampai berlebihan. Ga mesti semuanya baru dari ujung kaki sampe ujung rambut. Cukup bersih dan tidak kucel. hehe

Yuk deh teman-teman, janganlah kita bermegah-megahan di dunia ini. Janganlah kita terlalu bermegah-megah dihari raya lebaran sehingga lupa akan estetika lebaran yang sesungguhnya. Yaitu saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan dan kembali fitri.

Ingatlah selalu QS. At Takaatsur: 1-8 ini. Bahkan kita dilarang bermegah-megahan ini sampe 3 kali. Saking bahayanya.

Yuk deh, sama-sama saling mengingatkanšŸ˜€.

Salam hangat ya teman. ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s