Si Penyesal

Akhirnya sebentar lagi puasa. Alhamdulillah.

Banyak loh orang yang ramadhan tahun kemaren masih ada, eee tahun ini udah ga ada. Pindah alam. Jadi kita ini sangat beruntung. Sayangnya, sangat sedikit dari kita yang sadar. Kalo udah ga ada nanti baru deh kerasa banyak kesempatan yang sudah kita sia-siakan. Maukah jadi si penyesal?

Jika ya, maka lanjutkanlah sifat dan kebiasaan burukmu. Biarkan setan berteman dan bersorak-sorai untukmu. Jika tidak, maka ubahlah sifat dan kebiasaan burukmu. Izinkan Tuhan membantu dan membimbingmu.

Hatimu itu sering berbicara. Jangan bohong. Hatimu itu bisa berbicara. Ikutilah. Mudah-mudahan kamu menjadi lebih baik.

Memang melakukan kebaikan dan belajar itu tidak ada kata terlambat. Tapi, sayangnya, sejarah mengajarkan kita bahwa tobat ketika akan mati itu belum tentu diterima. Seperti kisah fir’aun. Sudah banyak petunjuk dan kesempatan yang datang, namun terkalahkan oleh kesombongan dan tiada keberpikiran. Nah, jangan sampe deh kita jadi yang begitu.

Memang sih, iman itu seperti harga saham. Fluktuatif. Tugas kita adalah bagaimana caranya si harga saham itu tidak mencapai harga minus dan bagaimana caranya membuat harga saham selalu naik walaupun sudah turun.

Salam pagi teman, yuk lebih semangat! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s