Nostalgila Masalalu

Dulu, ketika zaman jahiliyah SMA, saya sering sekali diusir pulang oleh guru Bimbingan Konseling alias BK. Musababnya kecil : peraturan sekolah yang mendadak berubah. Yang dulunya telat datang ke sekolah masih boleh masuk menjadi tidak boleh masuk sama sekali dan diusir pulang. T___T. Yah, walo ketika si gurunya sedang baik, kami diperbolehkan masuk dengan syarat di strap, buat perjanjian atau panggil orang tua.

Bagi saya pribadi, dipanggilnya orang tua karena sering terlambatnya saya datang ke sekolah itu lebih parah ketimbang saya diusir ga boleh masuk sekolah. hehehe. alasannya simpel, saya malas dimarahi. Apalagi membayangkan kehidupan saya selanjutnya yang akan selalu diomeli bila bangun kesiangan.

Biasanya kami telat datang ke sekolah berjamaah. Dan tak jarang orangnya yang itu-itu aja. hehehe. Sesekali memelas, memohon belaskasihan si guru agar diperbolehkan masuk, sesekali tetap melanjutkan bolos sekolah dengan alasan diusir dan berakhir di warung bakso samping sekolah, dan sesekali juga, ketika sedang rajin, kami berusaha memanjat tembok belakang sekolah demi menuntut ilmu *wuz.

Alasan saya telat datang ke sekolah itu sih sebenarnya beragam. Mulai dari memang kebiasaan yang malas bangun pagi, kendala angkot yang berjalan bagai siput sampai nyasar pergi ke sekolah sendiri -_-.

Dulu dibangunin mamak jambi kira-kira jam 5 subuh, saya akan menambah waktu ekstra tidur kira-kira setengah jam. Hasilnya : bangun jam 5:30. Mandi setengah jam (6:00), siap-siap sekolah setengah jam (6:30). Perjalanan ke sekolah setengah jam (7:00). Masuk sekolah jam 7:00. Estimasi waktu yang pas-pasan.

Malangnya, angkot-angkot jambi akan sangat tidak bersahabat bila kau telat 5 menit saja. Ia akan berjalan bagai siput. Sibuk mencari penumpang. Saya yang didalamnya biasanya hanya bisa ketar-ketir sambil berdoa, “Ya Allah, tolong ya Allah”. Atau sesekali berjanji dalam hati kalo gamau telat lagi yang pada akhirnya saya ingkari sendiri. T_T

Pernah juga saya nyasar pergi ke sekolah gara-gara coba naik angkot lain tanpa bertanya arah tujuannya. Saya yang memang kurang cepat menghafal jalan tidak tahu bahwa si angkot menggiring saya ke jalan yang salah. Hasilnya, saya sampai sekolah hampir jam 8an pagi. Untunglah waktu itu peraturan sekolah belum berubah, jadi masih diperbolehkan masuk. Hanya saja bayarannya adalah ditertawakan anak satu kelas karena alasan yang konyol itu. T_T

Ketika niat dan tindakan tidak selaras, jadilah kami memanjat tembok belakang sekolah. Niat hati ingin sekolah, namun apa daya kebiasaan telat rupanya masih lebih besar.

Hari itu adalah kali pertama saya mencoba memanjat tembok sekolah. Dengan hati deg-degan saya mulai manjat. Tangga yang licin dan terjal sempat membuat saya ragu. Rasanya konyol bila saya tiba-tiba jatuh dan keesokkan harinya timbul berita koran dengan judul, “Seorang siswi SMA N 1 Jambi jatuh terkangkang ketika sedang memanjat tembok sekolah”.

Tapi untunglah Allah masih sayang saya dan teman-teman. Kami selamat semua. Namun nahasnya, usaha kami tersebut langsung tertangkap basah oleh seorang guru tepat setelah kami semua berhasil masuk ke sekolah. hahaha. Nasip nasip. Apa mau di kata. Belum lagi perasaan gondok yang mendera. Ternyata, tak lama berselang, pintu pagar yang ketika kami datang terkunci rapat, kini sudah terbuka lebar . Mempersilakan siapa saja untuk masuk, termasuk yang datang telat. Yassalam.. *nelenliur*

Keesokkan harinya, tetap ada berita konyol. Yaitu tembok belakang sekolah yang rubuh. Jadilah kami yang kepergok manjat tembok belakang dipanggil oleh guru BK. T____T.

Semenjak itu saya bertekad tidak akan memanjat tembok belakang sekolah lagi. Saya kapok. Akhirnya saya memutuskan bila terdesak hanya akan memanjat tembok samping sekolah saja. hehehe. Selain lebih safety, juga tembok itu tidak tinggi dan lumayan mudah untuk dipanjat.

Waktu itu guru saya bilang, “Kamu itu berjilbab, masak kelakuannya gitu”. Dulu, saya sangat mengingkari kata-kata ini. Saya pikir apa salahnya manjat tembok demi bisa sekolah. hehehe.

Sekarang barulah saya paham bahwa jilbab memang perintah Tuhan yang wajib perempuan taati (QS : Al-Ahzab (33) : 59 dan QS. An-Nur (24) : 31) dan ketika kita sudah berjilbab hendaknya juga menyelaraskan tindakkan dan perbuatan.

Jangan gara-gara kita -si perempuan berjilbab namun belum sepenuhnya- ini mencoreng kebaikkan muslimah sejati yang benar-benar ingin menjaga aurat dan memperbaiki ahklaknya demi keridhoan Allah.🙂

Masalalu biarlah jadi masalalu. Jadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik. InsyaAllah.

Yuk semangat pagi teman😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s