Pak Datuk

Gambar
Sumber Google Image

Tubuhnya Bungkuk, kepalanya agak plontos, jalannya lambat, bicaranya sedikit, dan selalu solat berjamaah di mesjid. Itulah pak datuk. Secara pribadi saya tidak begitu mengenalnya, namun setiap saya solat di mesjid, saya akan mendapatinya sedang solat ataupun duduk di pojokkan mesjid. Selalu dipojokkan yang sama, pojokkan kanan. Semoga engkau masuk golongan kanan ya pak datuuuukk.. aamiin.

Sekarang umur beliau sudah memasuki usia 90 tahun. Entah 90 berapa tepatnya. Hebatnya, dengan umur setua itu, beliau juga selalu solat berjamaah di mesjid. Setiap hari, setiap solat fardu. Ia akan menjadi orang yang pertama kali membukakan pintu mesjid dan menjadi orang yang terakhir untuk mengunci mesjid.

Hari tuanya disibukkan dengan kehidupan yang abadi. Kehidupan setelah mati. Dunia juga sepertinya sudah tak dipikirkannya lagi. Anaknya sudah besar, sudah memiliki keluarga masing-masing. Cucu-cucunya bahkan sudah bekerja. Kini tinggallah ia dengan Tuhannya, bermesraan berdua, menanti hari pertemuan mereka.

Indah ya teman bila setiap hari kita disibukkan bermesraan dengan Allah. Sungguh indah.

Maka untuk mencapai kemesraan itu dihari tua, sudah seharusnya kita belajar untuk bermesraan denganNya semenjak muda.

Tidak sedikit juga orang tua yang masih disibukkan dengan kehidupan dunia. Yang masih memikirkan harta dan dunia. Sungguh ga sedikit.

Semoga kita jadi orang yang beruntung, orang yang setiap harinya selalu lebih baik dari hari kemarin. Aamiin..

Jambi, 24 juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s