Sahur On The Road

Gambar
Sumber Google Image

Selasa kemaren, tepatnya 23 Juli 2013, saya dan beberapa teman pergi untuk memberikan sahur kepada orang-orang di jalanan. Ini jujurnya pengalaman pertama saya. Pengalaman yang berharga.

Acara sahur On The Road itu sendiri berjalan sederhana, kami hanya menyediakan beberapa bungkus nasi dan air mineral lalu membagi-bagikannya kepada orang-orang di becak, yang tidur dijalanan dan di kolong jembatan. Saya sangat jarang sekali melihat pemandangan seperti ini di Jambi. Bahkan saya rasa tidak pernah. Oleh sebab itulah saya heran.

Apa benar mereka tidak memiliki tempat tinggal?. Mengapa sampai tidur di jalanan?. Mereka mandi dimana?. Apa beneran ga ada keluarga yang bisa bantu?. Dan segudang pertanyaan lain berkecamuk di dalam otak saya.

Memang malam itu udara jogja tidak begitu dingin dan langit terlihat cerah. Beda betul dengan hari-hari sebelumnya yang cenderung dingin bahkan hujan. Nah, kalau hujan mereka bagaimana?. Mau tidur dimana?. Saya belum bisa membayangkannya.

Maka, saat itulah saya benar-benar merasa hidup saya sangat beruntung, serba berkecukupan, serba keberlimpahan. Dan saat itu pula lah saya semakin sadar bahwa saya memang jarang sekali bersyukur. Bahwa Tuhan sudah sangat baik pada saya dan keluarga, bahwa Tuhan masih mengabulkan keinginan-keinginan kami.

Cobalah kita ingat teman, seberapa sering kita bersyukur dalam sehari?. Kita terkadang hanya mengingat apa yang belum Tuhan beri lalu mengeluh, sedang lupa dengan apa yang telah Tuhan berikan dan tidak bersyukur. Padahal Tuhan sudah memberikan kita pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kita bersyukur (Qs. An-Nahl (16) : 78).

Allahpun sudah memberikan kita warning memalui beberapa firmannya seperti yang terdapat pada Qs. Saba’ (34) :14,

“…… Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”.

Allah sudah mengingatkan kita bahwa sedikit sekali dari kita yang mampu bersyukur, sudah tau begitu harusnya kita makin sadar bahwa kita-kita ini masih jarang besyukur. Orang-orang pilihan sekaliber nabi dan rasul aja masih memohon padaNya agar diberikan kemampuan bersyukur. Nah, bagaimana dengan kita?.

Yuk deh teman sama-sama belajar bersyukur. Bila bersyukur masih terasa sulit, cobalah lihat kebawah. Ke orang-orang yang lebih susah dari kita. Nabi Muhammad SAW pun juga pernah menganjurkan begitu.🙂

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

(Doa nabi Sulaiman as, Qs. An-Naml (27) :19)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s