Selingkuh Vs Poligami

Tadi malam saya mendengar kabar perselingkuhan (lagi). Semenjak pulang kampung ini sudah dua kali saya mendengar berita jenis ini. Entah mengapa. Padahal belum sampai seminggu saya pulang. Barangkali Tuhan ingin mengajarkan saya tentang kehidupan berpasangan melalui orang lain. hehe.

Penyebab keretakkan diindikasikan akibat belum dikaruniakannya seorang anak sebagai pengikat hubungan pernikahan itu sendiri. Sehingga datanglah wanita lain dalam kehidupan laki-laki ini. Barangkali sudah tak sabar ingin mendapatkan momongan. Atau barangkali sekedar pensemuan antara hawa nafsu dan kekurangan rumah tangga.

Saya jadi berfikir sekaligus merasa disinilah letak pentingnya kesamaan tujuan dalam pernikahan. Sehingga apapun yang menggoncang, kita akan tetap satu tujuan dan satu pemikiran, tinggal samakan irama langkah.

Sekarang anggaplah sebuah rumah tangga itu belum dikaruniakan anak hingga usia pernikahannya mencapai 8 tahun, segala daya upaya telah dilakukan namun masih belum dititipkan. Apakah lantas mencari wanita lain adalah solusi?. Jika ya, tidak masalah. Tapi lakukanlah dengan cara yang benar. Bukan dengan berselingkuh.

Sekarang zaman juga sudah modern. Ada metode bayi tabung dengan tingkat keberhasilan 30-40% untuk pasangan yang susah mendapatkan anak. Mahal sih, tapi jika memang berniat sungguh-sungguh, tentu segala macam bentuk rintangan akan dilewati?. Allah bersama orang-orang yang berusaha. Begitukan firmanNya?.

Jadi menurut saya, seharusnya mencari wanita lain adalah langkah paling akhir diantara yang paling akhir. Jangan sampai kekurangan rumah tangga menjadi gerak semu untuk mengikuti hawa nafsu.

Dalam islam sendiri ada yang namanya poligami. Ini dapat menjadi solusi walaupun masih banyak diperdebatkan. Islam mengatur kehidupan manusia sedemikian rupa untuk memudahkan dan membahagiakan manusia. Poligami itu syaratnya berat loh. Harus adil. Nah definisi adil itu sendiri akan menjadi sangat abstrak bila takarannya adalah perasaan.

Perselingkuhan dan poligami sama-sama menyakitkannya bagi sebagian perempuan kecuali bagi 2 jenis perempuan, pertama jenis perempuan yang tidak mencintai suaminya, dan kedua jenis perempuan solehah yang amat taat dan mencintai Tuhannya. Selebihnya saya kira tidak akan rela.

Namun daripada selingkuh, memang lebih baik poligami. Setidak-tidaknya inilah jalan yang diridhoi Allah.

Sehingga tujuan dalam pernikahan ini sangatlah penting. Ketika masalah-masalah terjadi dalam rumah tangga ingatlah kembali apa tujuan dalam pernikahan itu sendiri. Jika memang niatnya ingin menyempurnakan setengah agama dan menggapai ridho Allah, sudah barang tentu poligami menjadi solusi. Sebab bercerai adalah sesuatu yang tidak disukai Allah namun diperbolehkanNya. ^^

Sulit, tapi ya apa boleh buat. Ingat aja Allah pasti ga akan kasi kita cobaan lebih dari kemampuan kita untuk menanggungnya. Kalo tetep ga kuat, ya mau bagaimana lagi, bercerailah dan jangan malah berselingkuh!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s