Perut Diskonan

DISKON. Banyak mata terbuka selebar-lebarnya ketika membaca kata ini, begitu jugalah yang terjadi beberapa hari yang lalu. Malam itu saya bersama kakak dan abang ipar pergi berbelanja ke supermarket untuk keperluan dapur. Di dalam pasar modern yang serba ada itu terbentanglah segala macam bentuk promosi untuk menarik minat pengunjung. Dari furnitur, baju, sampai makanan. Lengkap barangnya dan lengkap pulalah trik berjualannya. Mulai dari beli 4 gratis 1 sampai diskon yang sebenarnya tidak benar-benar diskon, alias diskon semu. hehe

Banyak pengunjung yang terperangkap dalam strategi promisi ini. Salah satunya kakak saya. Begitu kalap bila melihat kata dikson atau gratis. Misalnya sewaktu kami ingin membeli biskuit kaleng untuk kue lebaran, diskusi berlangsung alot. Di papan harganya tertulis besar-besar kata beli 4 gratis 1 dan otak saya langsung mencerna, mencari celah strategi marketing yang sedang direalisasikan.

Aha!! Itu dia. Mari kita berhitung. Begini, promosi beli 4 gratis 1 itu hanya berlaku untuk kaleng biskuit ukuran kecil (350 gram), sedangkan yang ukuran besar (702 gram) tidak ada promosi. 1 Kaleng biskuit ukuran 350 gram itu dihargai sebesar Rp. 27.500 sedangkan untuk ukuran kaleng 702 gram dihargai Rp. 43.900. Bila kita perhatikan dengan cermat, iklan beli 4 gratis 1 itu sebenarnya bohong. Itu tidak gratis sama skali. Kita tetap membelinya tanpa kita sadari. Coba saja hitung.

Kaleng besar adalah dua kalinya kaleng kecil. Jadi, jika dihitung menurut harga normal (harga yang tidak diskon) harga sekaleng kecil biskuit itu seharusnya berkisar kira-kira Rp. 21.950 (Rp. 43.900/2). Nah, sedangkan harga yang terpampang dipapan promosinya adalah sebesar Rp. 27.500. Berarti ada selisih harga Rp. 5.550. Bila kita beli 4 kaleng biskuit ukuran kecil, maka harga selisihnya menjadi Rp. 5.550 * 4 = Rp. 22.200. Artinya kita sudah bisa membeli sekaleng biskuit ukuran kecil dengan selisih harga itu. Naaahh! Jelaskan?. Jadi sebenarnya kita beli, ga gratis sama skali. Kita tetap bayar dengan selisih harganya itu.

Lalu kakak saya juga tergiur dengan es krim yang pada pembelian keduanya akan mendapatkan potongan harga. Saya kembali curiga. Es krim itu seingat saya tidak semahal itu. Dan ternyata lagi-lagi kecurigaan saya benar. Harga eskrim promosi itu dibandrol dengan harga Rp. 36.000 dan untuk pembelian kedua cukup membayar Rp. 5.500. Padahal harga asli eskrim sebelum diskon adalah Rp. 19.000- Rp. 20.000. Ah, ini sih kentara betul. Coba saja tambahkan kedua harga itu, Rp. 36.000 + Rp. 5.500 = Rp. 41.500. Bila harga asli eskrim Rp. 20.000, maka untuk pembelia  2 cup eskrim harga yang harus kita bayar menjadi Rp. 40.000. Nah! Lagi-lagi kita tidak mendapatkan potongan harga apapun kan?. haha

Strategi yang konyol. Tapi tetap memakan banyak korban. Korban yang belum jeli.

Intinya, sepanjang kita mau berfikir logis dan tahu harga asli si produk sebelum didiskon, maka diskon yang ada itu sejatinya hanyalah diskon semu yang menggiurkan. Sebagai perempuan, marilah kita jeli sebelum membeli.😀

Selamat malam sobat, selamat istirahat. ^ ^

160231_belanja-diskon_663_382

2 thoughts on “Perut Diskonan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s