Apakah Takdir Itu?


Bahwa semuanya adalah pilihan. Sesekali ada juga yang mengatakan itu takdir.

Lantas yang mana yang dikatakan takdir?. Dan yang mana pula yang namanya pilihan?.

Intinya begini, selama kita dapat memilih sesuatu hal tersebut, itu namanya pilihan, bukan takdir. Contoh, mau solat tepat waktu atau solat diakhir waktu, itu adalah pilihan kita. Kita mau makan sampai kenyang atau makan secukupnya, itu tergantung pilihan kita.

Yang jelas, kelak semua akan dipertanggung jawabkan. Kecuali apa-apa yang memang sudah diberikan Tuhan untuk kita, seperti tubuh, wajah, orang tua dan lain sebagainya. Karena semenjak kita lahir, memang itulah yang diberikan, tanpa kita dapat memilih. Inilah yang namanya takdir.

Ā 

Selamat Ulang Tahun, Ibu


Selamat berulang tahun yang ke 58 tahun, ibuku. Diusia senjamu, engkau masih merawatku dengan sangat baik, aku sangat bersyukur. Tidak ada kata selain ucapan Alhamdulillah. Bahwa Tuhan telah menganugrahkan engkau sebagai ibuku adalah sebuah keberuntungan dalam hidupku.

Suatu kali ibu bertanya padaku, “Entah bagaimana besok anak-anak ibu merawat ibu”, tatkala kita sedang menyiapkan perbekalanku pulang ke jogja. Saat itu aku hanya bisa tersenyum bu. Setiap waktu terselip doa, ” Ya Tuhan, izinkan aku merawat kedua orang tua ku ketika mereka sudah tua, lebih dari mereka merawat aku ketika kecil”. Begitulah bu. Semoga niat gina dijaga dan diijabah olehNya. šŸ™‚

Di usiamu yang ke 58 tahun, engkau masih terlihat sangat muda bu. Tetap cantik. hehehe. Semoga panjang umur ya bu.. umur yang berkah lagi bermanfaat, diberi kesehatan dan kekuatan untuk beribadah sampai maut menjemput. Dilancarkan segala urusan dan menjadi wanita yang dirindu syurga, aamiin. InsyaAllah.

Aku menyayangi mu, bu.

Gambar
Love

Bungo, 10 Agustus 2013

Muhammad Al-Fatih 1453


Cerita ini bermula dari sabda Rasulullah ketika perang Khandak sedang berlangsung yang terekam dalam Hadis Riwayat Ahmad,

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash : “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, lalu Rasulullah saw ditanya tentang kota manakah yang akan fitih/tahluk terlebih dahulu, konstatinopel atau roma. Maka Rasulullah saw menjawab, “kota Heraklius terlebih dahulu, yakni konstatinopel”.

Karena situasi perang Khandak yang sangat kritis, yang bahkan untuk ke kamar kecil pun sangat sulit atau bahkan tidak bisa, yang ketika itu pasukkan muslim dalam keadaan lelah tak tertahankan sementara logistik menipis sedangkan pasukkan 10.000 kafir bersiap akan menyerang, perkataan nabi Allah ini terdengar tidak masuk akal bagi yang imannya belum tebal dan kuat.

Konstatinopel atau yang lebih dikenal dengan nama islambul/istanbul turki sekarang ini merupakan kota “with the perfect defense” pada masanya. Dengan tembok kokoh, parit dalam dan rantaiĀ  raksasanya untuk mempertahankan kota, maka tak ada yang dapat menembus kota heraklius itu selama beberapa abad.

Sampai datanglah seorang raja keturunan ke 7 dari khalifah ustmani, Sultan Mehmed II (yang kemudian dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih sebagai bentuk penghormatan). Di usianya yang berkisar antara 21-23 tahun beliau sudah dapat menaklukkan kota yang selama 1.123 tahun tidak dapat ditaklukkanĀ oleh siapapun (kecuali pada perang salib 1204, tembok bagian laut perah ditembus).

Niatku; Taat kepada perintah Allah, “Dan hendaklah kalian berjihad di jalan-Nya” (Qs. Al-Maidah (5) : 35)

Semangatku; Berupaya dalam kesungguhan dalam melayani agamaku, agama Allah

Tekadku; Aku akan tekuk lututkan orang-orang kafir dengan tentaraku, tentara Allah

Pikiranku; Terpusat pada pembebasan, atas kemenangan dan kejayaan, dengan kelembutan Allah

Jihadku; Dengan jiwa dan harta dan apa yang tersisa di dunia ini setekah ketaan pada perintah Allah

Kerinduanku; Perang dan perang, ratusan ribu kali untuk mendapatkan ridha Allah

Harapanku; Pertolongan dan kemenangan dari Allah, dan ketinggian negara atas musuh-musuh Allah

SubhanaAllah. Begitulah kepribadian Muhammad Al-Fatih yang tergambar dalam syairnya ketika remaja. Maka tak heran ia dapat menaklukkan kota yang pernah dijanjikan Rasulullah saw tersebut dan mendapatkan predikat sebagai pemimpin terbaik sesuai sabda Rasulullah,

Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” (HR. Ahmad)

Bagaimanakah ia dapat menaklukkan kota terkuat pada masanya ini?. Siapakah gurunya?. Bagaimanakah kepribadian, kebiasaan, pendidikan, startegi berperang dan pemikiran-pemikirannya?. Dapat teman-teman baca pada buku karya Ust, Ir. Felix Y Siaw yang berjudul Muhammad Al-Fatih 1453.

“Membaca untuk menulis, mendengar untuk menyampaikan”, begitulah kata sang penulis buku tersebut. Mungkin resensi saya sangat kurang, oleh sebab itu, teman-teman bacalah bukunya. Lalu tuliskan kembali dengan bahasa dan ciri khas teman-teman.

Selamat membaca dan menulis. ^^ /

Gambar