Muhammad Al-Fatih 1453

Cerita ini bermula dari sabda Rasulullah ketika perang Khandak sedang berlangsung yang terekam dalam Hadis Riwayat Ahmad,

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash : “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, lalu Rasulullah saw ditanya tentang kota manakah yang akan fitih/tahluk terlebih dahulu, konstatinopel atau roma. Maka Rasulullah saw menjawab, “kota Heraklius terlebih dahulu, yakni konstatinopel”.

Karena situasi perang Khandak yang sangat kritis, yang bahkan untuk ke kamar kecil pun sangat sulit atau bahkan tidak bisa, yang ketika itu pasukkan muslim dalam keadaan lelah tak tertahankan sementara logistik menipis sedangkan pasukkan 10.000 kafir bersiap akan menyerang, perkataan nabi Allah ini terdengar tidak masuk akal bagi yang imannya belum tebal dan kuat.

Konstatinopel atau yang lebih dikenal dengan nama islambul/istanbul turki sekarang ini merupakan kota “with the perfect defense” pada masanya. Dengan tembok kokoh, parit dalam dan rantai  raksasanya untuk mempertahankan kota, maka tak ada yang dapat menembus kota heraklius itu selama beberapa abad.

Sampai datanglah seorang raja keturunan ke 7 dari khalifah ustmani, Sultan Mehmed II (yang kemudian dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih sebagai bentuk penghormatan). Di usianya yang berkisar antara 21-23 tahun beliau sudah dapat menaklukkan kota yang selama 1.123 tahun tidak dapat ditaklukkan oleh siapapun (kecuali pada perang salib 1204, tembok bagian laut perah ditembus).

Niatku; Taat kepada perintah Allah, “Dan hendaklah kalian berjihad di jalan-Nya” (Qs. Al-Maidah (5) : 35)

Semangatku; Berupaya dalam kesungguhan dalam melayani agamaku, agama Allah

Tekadku; Aku akan tekuk lututkan orang-orang kafir dengan tentaraku, tentara Allah

Pikiranku; Terpusat pada pembebasan, atas kemenangan dan kejayaan, dengan kelembutan Allah

Jihadku; Dengan jiwa dan harta dan apa yang tersisa di dunia ini setekah ketaan pada perintah Allah

Kerinduanku; Perang dan perang, ratusan ribu kali untuk mendapatkan ridha Allah

Harapanku; Pertolongan dan kemenangan dari Allah, dan ketinggian negara atas musuh-musuh Allah

SubhanaAllah. Begitulah kepribadian Muhammad Al-Fatih yang tergambar dalam syairnya ketika remaja. Maka tak heran ia dapat menaklukkan kota yang pernah dijanjikan Rasulullah saw tersebut dan mendapatkan predikat sebagai pemimpin terbaik sesuai sabda Rasulullah,

Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya” (HR. Ahmad)

Bagaimanakah ia dapat menaklukkan kota terkuat pada masanya ini?. Siapakah gurunya?. Bagaimanakah kepribadian, kebiasaan, pendidikan, startegi berperang dan pemikiran-pemikirannya?. Dapat teman-teman baca pada buku karya Ust, Ir. Felix Y Siaw yang berjudul Muhammad Al-Fatih 1453.

“Membaca untuk menulis, mendengar untuk menyampaikan”, begitulah kata sang penulis buku tersebut. Mungkin resensi saya sangat kurang, oleh sebab itu, teman-teman bacalah bukunya. Lalu tuliskan kembali dengan bahasa dan ciri khas teman-teman.

Selamat membaca dan menulis. ^^ /

Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s