Apakah Islam itu Agama yang Benar?


Suatu hari, ada seorang teman yang bertanya,

“Saya jadi ragu, apakah islam itu adalah agama yang benar?”. Tanyanya ketika kami sedang membahas sebuah artikel yang berpendapat bahwa acara ajang pencarian bakat (bernyayi) merupakan alat yahudi untuk melengahkan dan melemahkan kaum muda muslim.

Kala itu saya menjawab semampu-mampunya saya. Menjelaskan betapa indahnya hukum islam. Tapi tampaknya teman saya tidak begitu puas dengan jawaban saya.

Sekarang, barulah saya tahu apa jawabannya. Jawaban dari pertanyaan itu, rupanya telah ada sejak 1.400an tahun yang lalu. Dalam buku panduan hidup kita sendiri, yaitu Al-Qur’an yang suci.

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya. Petunjuk bagi mereka yang bertaqwa“.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 2)

“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad), maka buatlah suatu surah semisal dengannya, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang benar”.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 23)

“Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) kamu tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang yang kafir”.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 24)

Ah teman., Andai saja kita mau lebih banyak memahami buku panduan hidup ini. Pelajari untuk menambah keimanan kita padaNya, terapkan agar hidup menjadi tentram dan pahami agar kita dapat menyampaikan kebenaran islam. ^ ^

Surga dan Neraka


Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (Adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan). Dan adapun bagi orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang baik, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.”

(QS. Al-Lail [92] : 5-11)

Ketika membaca surat ini pagi tadi, saya mendadak ingat pernah dulu seorang teman bertanya pada saya,

“Apakah surga dan neraka itu ada?. Kalo surga ga ada, apa kamu masih sembahyang?”.

Saat itu saya masih belum tau jawabannya. Masih bingung harus jawab bagaimana. Kala itu saya hanya menjawab, “Harus”. Tanpa saya tahu pasti alasannya kenapa. Barulah kemudian, ketika sudah semakin bertambahnya umur, saya memahami.

Bahwa kita harus tetap menyembah Allah, solat. Walaupun surga dan neraka itu tidak ada. Sebagai bentuk rasa syukur kita pada-Nya, Sang Pencipta. Bahwa kita sudah diciptakan sebagai mahluk paling sempurna, memiliki akal untuk berfikir, diberi rezeki, petunjuk, udara, dan lain sebagainya. Yang bahkan jika air laut dijadikan tinta untuk menuliskan semua kebaikkan Allah, ditambah lagi dengan air laut sebanyak itu, tidak akan habis nikmat Allah (Qs. Al-Kahfi [18] : 109). SubhanaAllah.

Dan surat Al-lail di atas sungguh mengingatkan saya, bahwa kita harus percaya surga itu ada. Bahwa Allah tidak mungkin bohong dengan janji-Nya. Maka selayaknya pertanyaan “Jika surga dan neraka tak pernah ada, apakah kita masih menyembahNya?” itu dihapus. Jangan sampai Allah memudahkan kita dalam kesulitan memahami islam. :’)

Sungguh, kami telah berulang-ulang menjelaskan kepada manusia dengan bermacam-macam perumpamaan didalam Al-qur’an ini. Dan manusia adalah mahluk yang paling banyak membantah“.

(Qs. Al-Kahfi [18] : 54)