Lalu


Lalu, ketika semua orang berkata itu tidak mungkin, itu sulit, itu diluar kemampuan, itu hanya untuk orang tertentu, itu hanya angan-angan. Maka ingatlah, bahwa kau punya Allah.

Hanya karena Allah aku berani bermimpi…

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu dapat mendekatkanmu pada ilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu dapat mengingatkanmu pada ilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab orang yang mulia didepan Tuhannya adalah orang yang berilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu ibadah.

 

Muliakan orang tua mu. Jangan menyakiti beliau. Jika tetap tersakiti juga, maka segeralah minta maaf kepada mereka dan bertaubat pada Allah. Sungguh seitan akan menggoda anak cucu adam sampai bersarang di hati nya.

 

Masa-masa yang sulit itu akan selalu terlewati. InsyaAllah. Coba ingat. Sudah berapa banyak situasi sulit yang mampu kita lewati?. Sudah berapa banyak ketakutan yang tak menjadi kenyataan?. Kau tahu kawan, terkadang, rasa takut itu hanya reaksi berlebihan yang dikirimkan oleh sel-sel otak kita. Rasa takut itu tidak nyata. Ia hanya banyangan rasa yang berusaha untuk mengeksiskan diri.

Advertisements

Karena kau begitu berharga bagiku, teman


7 januari 2014, Tuesday

Selamat siang..

Tepat sehari sudah aku di Jambi. Udara disini panas, tidak sedingin kaliurang jogjakarta. Sekali-kali angin berhembus kencang, badan yang kecapekan akhirnya tumbang juga. Aku flu. Teman disini sedikit, tidak seramai Jogjakarta. Namun senangnya, bisa berkumpul bersama kelurga. ^ ^

Apakabarmu hari ini teman?. Rasa-rasanya baru kemarin ya kita belajar dan bermain bersama. :D. Hehe. Foto kenangan yang kalian kopikan untukku sungguh membuatku semakin yakin bahwa waktu cepat sekali berlalu.

Tidak disangka, ternyata kelakuan kita benar-benar briliant!. Aneh-aneh. Kocak-kocak. Mengharukan.

Kurang lebih, 4 tahun sudah kita saling kenal. Kurang lebih 4 tahun sudah kita bermain bermasa. Kurang lebih 4 tahun kita belajar bersama. Disini, aku ingin mengucapkan terimakasih yang seluas dunia sedalam lautan deh..

Special thanks to om baim yang telah rela meluangkan waktunya untuk meng-back-up semua kenangan kita dan ari yang udah mau menghibahkan flasdics nya kepadaku.

Untuk gengsa yang selalu membawa keceriaan dan kegilaannya masing-masing. Mengajakku untuk jalan-jalan (yang sayangnya sering kali ku tolak dahulu, karena bentrok dg kegiatan lainnya). Maaf ya teman-teman..

Untuk teman laki-laki yang jarang ku sapa seperti panggih, rizaldi, yudis, pardhan, hairul, dan dino. Aku minta maaf.

Untuk teman-teman yang sekarang sering menghilang seperti tria dan arif, kemanakah kalian??.

Semoga kita bisa dipertemukan lagi dalam keadaan yang lebih baik ya teman-teman. Reuni ketika sudah memiliki suami-istri, dan tentu saja anak-anak. 😀 hehehe

 

Bergegaslah kawan, sambut masa depan..

Tetap berpegang tangan, saling berpelukkan..

Berikan senyuman, tuk sebuah perpisahaan..

Karena sahabat, untuk selamanya..

Berikan pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan..

Bertemu Teman Lama


Jambi, 8 Januari 2014. Wed

Hari ini aku bertemu teman lamaku. Sejujurnya aku tak menyangka dia akan menjadi seperti itu. Dan sejujurnya lagi, aku juga tidak menyangka beberapa teman-temanku menjadi seperti sekarang.

Seorang temanku ini, memutuskan untuk menjadi pegawai publik semenjak lulus SMP. Tepat ketika kami memikirkan akan melanjutkan sekolah menengah tinggi mana yang paling top dan oke untuk dimasuki. Ia, sudah sejak lama memutuskan jalan hidupnya akan dibawa kemana. Menakjubkan memang, ketika kami masih sibuk dengan pemikiran anak sekolahan pada umumnya, ia sudah memutuskan ingin menjadi apa.

Inilah yang tidak aku sangka. Yah, walau sifatnya sama saja seperti dulu. Ah, bahkan kau tau teman, dia dulu sebenarnya sering diecein lantaran sedikit feminin. Hanya karena gaya bicaranya. Tapi lihatlah ia sekarang, walau masih dengan gaya bicara yang sama, ada sesuatu yang berbeda darinya. Ia kini sudah bisa hidup mandiri dan sibuk memberikan rezeki pada orang lain melalui usaha-usaha yang telah ia rintis sejak dulu.

Benarlah kata pepatah itu, kau tidak seharusnya memandang seseorang itu kecil. Sebab, dimasa yang akan datang, ia bisa jadi lebih hebat dari kau.

Selamat untukmu teman. Semoga selalu berhasil dengan segala yang sedang kau upayakan. Senang melihatmu menjadi orang yang berhasil ^ ^. Semoga kita tidak tersibukan oleh urusan dunia sehingga melupakan akhirat dan terlalu sibuk mengeluh lalu kufur nikmat.

Alhamdulillah. Mari berusaha! 😀

Bisikan Hati


Teman, pernahkah engkau bergulat dengan hatimu sendiri?. Misalnya, contoh kecilnya saja, ketika adzan berkumandang. Pernahkah engkau sedang malas untuk menyegerakan solat dan diam-diam, bisikan kecil dalam hatimu berkata, “ayo solat. ayo solat. Allah sedang memanggilmu untuk menemuiNya”.

Pernahkah engkau merasa demikian?. Kalau ya, maka sama, sayapun demikian.

Bisikan hati itu teman, bisa saja padam ketika kita tidak mendengarkannya sama sekali. Bisa saja ia mati karena kecuekan kita. Cobalah tengok, ketika seseorang sedang berusaha memberikanmu nasihat baik, namun engkau tak mendengarkannya, apa yang terjadi?.

Mungkin pada awalnya, ia akan tetap menasehatimu, dengan segenap keyakinan dan semangatnya. Namun, lambat laun, seiring dengan keabaianmu padanya, ia pun diam-diam akan menghilang dari hadapanmu. Malas hendak menasehati.

Barangkali tidak semua orang demikian, namun rata-rata akan seperti itu.

Begitupun dengan bisikan hati ini teman. Tidak ingatkah engkau bahwa kita ini diciptakan dengan hati yang benar-benar suci, bersih, putih tanpa noda dan dosa?. Itulah sejatinya hakekat hati.

Maka, jangan biarkan bisikan hati itu padam. Sebab ia akan cenderung membawamu ke lembah kebaikan. Membawamu untuk lebih dekat pada penciptamu, Allah SWT.

^ ^

Image