Bagaimana Agar Hidup Diurus Allah

Kawan, bukankah enak kalau hidup ini Allah aja yang urus? Diserahin ke Allah. Pasrah, tapi bukan berarti tidak berikhtiar.

Seringkali kita menghindari masalah. Padahal masalah dibuat agar kita selalu ingat dan mendekat padaNya. Sama halnya dengan ujian dikampus. Pernahkah dosenmu memberikan ujian yang soal-soalnya dapat membunuhmu? atau membahayakanmu?. Bukankah ujian-ujian kampus itu membinamu untuk mejadi mahasiswa/i yang lebih baik?.

“Orang sengsara bukan karena masalahnya, tapi orang-orang sengsara karena salah menyikapi masalah tersebut.”

Untuk itu, diperlukannya beberapa resep untuk menghadapi hidup.

1. Siap menghadapi yang cocok dan siap menghadapi yang tidak cocok.

“Keinginan harus, ikhtiar wajib, tetapi tidak harus terjadi apa yang kita inginkan”. (Qs. Al-baqarah : 216)

sebab tugas kita hanyalah 2, pertama meluruskan niat, kedua menyempurnakan ikhtiar. Masalah hasil ya suka-suka Allah..

2. Harus ridho dengan apa yang sudah terjadi.

Terima aja dulu apa yang ada, disyukuri, sambil terus ikhtiar lebih baik.

“Kebanyakan orang menderita bukan karena kenyataan, tetapi karena tidak menerima kenyataan”.

Allah pun sudah mengingatkan kita,

Maha suci Allah yang menguasai (segala kerajaan) dan Dia kuasa atas segala sesuatu yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa dan Maha Pengampun.” (Al Mulk : 1-2)

“Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Baqarah : 155-157)

Dari suhaib RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh menakjubkan perkara orang-orang beriman, karena segala urusan baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat selain pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa itu yang terbaik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, (karena ia mengetahui) bahwa hal tersebut terbaik bagi dirinya”. (HR.Muslim)

Jadi, kejadian apapun harus menjadi bahan penyempurnaan untuk ikhtiar kita.

“janganlah kita berkata ‘kalau tau gini.. kalau tau seperti itu mending..'”, sebab itu akan mengurangi rasa syukur.

3. Jangan memusuhi diri sendiri

“syukuri keadaan apapun dan jalani. Jika berhasil melakukan kedua hal tsb, maka In Syaa Allah Allah akan menambah nikmatNya untuk kita”.

“Masalah itu tidak berbahaya, yang bahaya itu cara menyikapi masalah”.

“Bahwa semua masalah yang menimpa kita sudah diukur sama Allah”. (Qs. Al-Baqarah : 286).

4. Evaluasi diri

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (Qs. An-Nisa : 79)

Jadi jangan menyalahkan orang lain. Introspeksi diri. Sebab, menyalahkan orang lain hanya membuat tumpul kemampuan memperbaiki diri.

“Kita harus berani menghadapi hidup ini tanpa didramatisir. syukuri dan jalani”.

“hidup ini sederhana, hidup itu simple, yang rumit itu bila hidup sudah bercampur dengan keinginan ditambah nafsu. maka kendalikanlah kenginan dan nafsu.”

5. Cukuplah Allah sebagai penolong kita

Dan inilah termasuk salah satu doa Rasulullah, hendaknya dibaca pagi dan sore hari.

“Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum birahmatika astagiits…ashlihlii sya’nii kullahuu walaa takilnii ilaa nafsi thorfata ainin”

artinya:

“Wahai Dzat Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.” (HR. Al-Nasai dalam al-Sunan al-Kubra, Al-Bazzar, dan Al-Hakim dan ia menyatakan sahih sesuai syarat muslim. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 227)

Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)“. (Qs. Al-Kahfi :10)

Jadi janganlah bersandar pada manusia. Itu hanya akan menambah masalah.

“Pilih saja apa yang paling disukai Allah. In Syaa Allah hidup akan semakin tenang”.

Dan inilah rumusnya, 3M

1. Mulai dari diri sendiri

2. Mulai dari yang kecil

3. Mulai dari sekarang.

Jadi yuk kita coba, kawan.

-Sumber tulisan : Ceramah aa gym-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s