Harus Menulis

Salam.

Selamat malam, for indonesian people. hho.

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar penting untuk diutarakan malam ini. Hanya sedang ingin menulis. Menulis apa saja. Sepanjang itu masih dapat disebut menulis.

Ternyata menulis itu juga bisa dirindukan. hhe.

BTW, apa kabarmu kawan?. semoga baik-baik saja. sama, saya juga. Disini.

Kali ini saya ingin menulis tentang rasa dendam.

Eits… Tunggu dulu, itu bukan berarti saya sedang menyimpan rasa dendam ataupun orang yang pendendam ya.. hehe.

it just according to drama that i’ve already watched.šŸ˜€

Mengapa orang sampai mendendam?. Bahagiakah mereka?. Bagaimana hari-harinya?.

Saya terus bertanya-tanya dalam diri, does that story exist?.

Mungkin setiap kita memiliki jawaban dan pandangan yang berbeda-beda. Tidak masalah, sebab bahagia itu terletak pada hati masing-masing. Pun begitu dengan resah-gelisah.šŸ™‚

Yang paling jelas, seorang pendendam hidupnya tidak bahagia. Itu terlihat. Jelas. Mengapa?. Sebab, hari-harinya hanya dipenuhi oleh pikiran untuk membalas perlakuan kurang menyenangkan dari seseorang. Memikirkan bagaimana caranya agar si yang menyakiti mendapatkan balasan yang setimpal atau bahkan lebih dari yang telah ia dapatkan.

dan yang lebih parahnya (kalau menurut saya yang agak menyedihkannya), seseorang yang pernah menyakiti tersebut belum tentu ingat dengannya.

Dendam itu ternyata banyak rupanya. Ada juga dendam yang dapat membawa energi positif bagi seseorang. Misalnya bagi calon enterpreneur. Rata-rata pada awalnya mereka akan diejek diremehkan. Beberapa dari orang yang saya kenal, ketika diremehkan mereka akan berkata, “Liat 5 tahun lagi.. aku akan….bla bla bla”. Lalu menggebu-gebu untuk menggapai mimpi dan menepis anggapan miring orang-orang sekitarnya.

Ada juga dendam dengan rupa negatif. Misal orang yang suka mengejek dibalas dengan ejekan juga. Wah klo ini sih no comment saya. ga ada ujungnya.

Dendam.

Kenapa harus mendendam?.

ini pertanyaan yang belum bisa saya jawab dengan sempurna.

Mengapa harus mendendam?.

Barangkali karena kita punya hati, Atau karena kurang bersihnya hati. Terlalu mengharapkan dipuji-puji sehingga mudah sakit hati. Terlalu ingin dihormati sehingga tidak memeriksa isi hati. Atau mungkin karena terlalu tuli untuk mendengarkan hati nurani.

Ah,.. entahlah kawan.

Yang jelas, dari sepemahanan saya, mendendam itu tidak enak. Hanya pahit dari awal sampai akhir.

Bahagiakah mereka yang mendendam?.

Wah, ini juga saya tidak tahu kawan. Entah bahagia, entah tidak. Tergantung hati masing-masing. Namun, bagi hati yang mencintai kedamaian, tentu membalas perlakuan buruk orang lain dengan keburukan, juga tidak menyenangkan. Jika membunuh dibalas membunuh, lalu apa bedanya si pembunuh dengan kita?.

Bagaimana hari-hari si pendendam?.

Menurut pengamatan saya, hari-harinya banyak tersita untuk orang yang bahkan belum tentu memikirkannya. hehe. menghabiskan waktu untuk merencanakan pembalasan dendam. kesakitan dibalas dengan kesakitan. Bagaimanakah rasa sakit itu muncul?. Kebanyakan rasa sakit timbul akibat perilaku negative. it means, hidupnya dipenuhi hal-hal negative.

Janganlah menjadi orang yang pendendam,

tumblr_md42fkx8p01r1qvtfo1_400

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s