Ternyata


Ternyata, tidak bersyukur pada yang sedikit, dan terus mengingat doa yang berlum terkabul itu sangat merisaukan. Tidak nyaman.

Ternyata, terus membandingkan apa yang telah didapat dan membandingkan apa yang didapat orang lain itu sangat menyiksa. Menyedihkan.

Ternyata, terus memikirkan masa lalu lantas menyesal hanyalah sia-sia. Bodoh.

Ternyata, sedikitnya mengingat Allah membuat hati tidak tentram. Sadar.

Ternyata, menyimpan malas membuaramkan masa depan. ingat.

Ternyata, mementingkan nafsu menjerat jiwa. ingat,

Ternyata, ternyata.. ternyata,,…

 

Ternyata, Penyakit hati itu berbahaya sekali.

Pernahkah Kau Merasa


Kawan, pernahkah kau merasa bahwa cobaan yang sedang menimpamu begitu sulit?. Hingga-hingga kau memohon pada Tuhan untuk menyegerakan waktu, berharap masalah yang sedang kau hadapi akan ditelannya, tanpa bekas.

 

Kawan, pernahkah kau merasa ingin cepat-cepat menghabiskan masa ujian semesteran?. Hingga-hingga kau berharap Tuhan men-skip waktu ujianmu dan menggantikannya langsung dengan waktu liburan.

 

Dan kawan, pernahkan kau merasa bahwa setiap selesai satu masalah, ternyata akan ada masalah berikutnya yang harus kau hadapi. Harus ada ujian semester berikutnya yang harus kau isi. Lebih sulit, lebih menguras air mata, lebih membutuhkan kesabaran.

 

Ah, kawan. Andai saja kita selalu sadar bahwa Tuhan tidak mungkin membebankan umatnya dengan susuatu yang tidak dapat dihadapi hamba-Nya. (Qs. Al-Baqarah : 286)

 

Ah, kawan. Andai saja kita selalu sadar bahwa Tuhan sudah menuliskan segala sesuatu yang akan terjadi dalam hidup kita di dalam buku-Nya. (QS. Al-Hadiid : 22-23)

 

Ah, kawan. Andai saja kita selalu sadar bahwa Keimanan itu ternyata sangat membutuhkan kesabaran. Andai kita sadar bahwa ternyata Tuhan membersamai orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah : 158)

 

Ah kawan.. Andai saja.

 

 

Engkau Pasti Lebih Baik Disana, Kucingku


“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” (QS. Ali Imron (3) : 185)

Begitulah. Tidak terkecuali, semua mahluk hidup seperti hewan dan tumbuhan pun akan merasakannya.

Entah kapan kucing itu datang, yang jelas sudah beberapa bulan lalu. Waktu datang kerumah, memang sudah dalam keadaan sakit. Masih bayi barangkali. Ditelantarkan induknya. Kucing yang cerdas, manja dan energic ini lalu membuat saya ingin merawatnya. Merasa dia dapat menjadi teman yang baik, setiap masuk kerumah selalu mengelus-elus kaki ataupun minta duduk dipaha. Jika dia ingin meminta sesuatu dan tidak menemukan saya, maka si kucingpun akan mengeong-ngeong diluar kamar.

Setelah sembuh dari penyakit pertamakali datang dulu, akhirnya si kucing kembali sakit beberapa hari yang lalu. Flu dan kakinya bengkak bernanah entah kenapa. Semakin lama kondisinya makin parah. Tidak adanya klinik hewan didesa menambah daftar kebingungan saya. Harus bagaimana cara menyembuhkan kucing ini.

Sampai malam tadi hujan lebat dan tidak terpikirkan oleh saya untuk menaruhnya didalam rumah. Mungkin ini salah saya karena lalai merawatnya.. Maafkan aku kucingku. Lalainya aku merawatmu..

Semoga engkau lebih terawat disana, disisi-Nya. Tidak terlantar, makan enak, dan ga terinjak lagi..

Semoga engkau kelak menemaniku disurga, InsyaAllah, aamiin.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfizh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (KAMI JELASKAN YANG DEMIKIAN ITU) SUPAYA KAMU JANGAN BERDUKA CITA TERHADAP APA YANG LUPUT DARI KAMU, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Al-Hadiid : 22-23)

 

Gambar
My Love,y Cat

 

 

Lalu


Lalu, ketika semua orang berkata itu tidak mungkin, itu sulit, itu diluar kemampuan, itu hanya untuk orang tertentu, itu hanya angan-angan. Maka ingatlah, bahwa kau punya Allah.

Hanya karena Allah aku berani bermimpi…

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu dapat mendekatkanmu pada ilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu dapat mengingatkanmu pada ilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab orang yang mulia didepan Tuhannya adalah orang yang berilmu.

Belajar dan mengajarlah. Sebab itu ibadah.

 

Muliakan orang tua mu. Jangan menyakiti beliau. Jika tetap tersakiti juga, maka segeralah minta maaf kepada mereka dan bertaubat pada Allah. Sungguh seitan akan menggoda anak cucu adam sampai bersarang di hati nya.

 

Masa-masa yang sulit itu akan selalu terlewati. InsyaAllah. Coba ingat. Sudah berapa banyak situasi sulit yang mampu kita lewati?. Sudah berapa banyak ketakutan yang tak menjadi kenyataan?. Kau tahu kawan, terkadang, rasa takut itu hanya reaksi berlebihan yang dikirimkan oleh sel-sel otak kita. Rasa takut itu tidak nyata. Ia hanya banyangan rasa yang berusaha untuk mengeksiskan diri.

Karena kau begitu berharga bagiku, teman


7 januari 2014, Tuesday

Selamat siang..

Tepat sehari sudah aku di Jambi. Udara disini panas, tidak sedingin kaliurang jogjakarta. Sekali-kali angin berhembus kencang, badan yang kecapekan akhirnya tumbang juga. Aku flu. Teman disini sedikit, tidak seramai Jogjakarta. Namun senangnya, bisa berkumpul bersama kelurga. ^ ^

Apakabarmu hari ini teman?. Rasa-rasanya baru kemarin ya kita belajar dan bermain bersama. :D. Hehe. Foto kenangan yang kalian kopikan untukku sungguh membuatku semakin yakin bahwa waktu cepat sekali berlalu.

Tidak disangka, ternyata kelakuan kita benar-benar briliant!. Aneh-aneh. Kocak-kocak. Mengharukan.

Kurang lebih, 4 tahun sudah kita saling kenal. Kurang lebih 4 tahun sudah kita bermain bermasa. Kurang lebih 4 tahun kita belajar bersama. Disini, aku ingin mengucapkan terimakasih yang seluas dunia sedalam lautan deh..

Special thanks to om baim yang telah rela meluangkan waktunya untuk meng-back-up semua kenangan kita dan ari yang udah mau menghibahkan flasdics nya kepadaku.

Untuk gengsa yang selalu membawa keceriaan dan kegilaannya masing-masing. Mengajakku untuk jalan-jalan (yang sayangnya sering kali ku tolak dahulu, karena bentrok dg kegiatan lainnya). Maaf ya teman-teman..

Untuk teman laki-laki yang jarang ku sapa seperti panggih, rizaldi, yudis, pardhan, hairul, dan dino. Aku minta maaf.

Untuk teman-teman yang sekarang sering menghilang seperti tria dan arif, kemanakah kalian??.

Semoga kita bisa dipertemukan lagi dalam keadaan yang lebih baik ya teman-teman. Reuni ketika sudah memiliki suami-istri, dan tentu saja anak-anak. 😀 hehehe

 

Bergegaslah kawan, sambut masa depan..

Tetap berpegang tangan, saling berpelukkan..

Berikan senyuman, tuk sebuah perpisahaan..

Karena sahabat, untuk selamanya..

Berikan pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan..

Bertemu Teman Lama


Jambi, 8 Januari 2014. Wed

Hari ini aku bertemu teman lamaku. Sejujurnya aku tak menyangka dia akan menjadi seperti itu. Dan sejujurnya lagi, aku juga tidak menyangka beberapa teman-temanku menjadi seperti sekarang.

Seorang temanku ini, memutuskan untuk menjadi pegawai publik semenjak lulus SMP. Tepat ketika kami memikirkan akan melanjutkan sekolah menengah tinggi mana yang paling top dan oke untuk dimasuki. Ia, sudah sejak lama memutuskan jalan hidupnya akan dibawa kemana. Menakjubkan memang, ketika kami masih sibuk dengan pemikiran anak sekolahan pada umumnya, ia sudah memutuskan ingin menjadi apa.

Inilah yang tidak aku sangka. Yah, walau sifatnya sama saja seperti dulu. Ah, bahkan kau tau teman, dia dulu sebenarnya sering diecein lantaran sedikit feminin. Hanya karena gaya bicaranya. Tapi lihatlah ia sekarang, walau masih dengan gaya bicara yang sama, ada sesuatu yang berbeda darinya. Ia kini sudah bisa hidup mandiri dan sibuk memberikan rezeki pada orang lain melalui usaha-usaha yang telah ia rintis sejak dulu.

Benarlah kata pepatah itu, kau tidak seharusnya memandang seseorang itu kecil. Sebab, dimasa yang akan datang, ia bisa jadi lebih hebat dari kau.

Selamat untukmu teman. Semoga selalu berhasil dengan segala yang sedang kau upayakan. Senang melihatmu menjadi orang yang berhasil ^ ^. Semoga kita tidak tersibukan oleh urusan dunia sehingga melupakan akhirat dan terlalu sibuk mengeluh lalu kufur nikmat.

Alhamdulillah. Mari berusaha! 😀

Bisikan Hati


Teman, pernahkah engkau bergulat dengan hatimu sendiri?. Misalnya, contoh kecilnya saja, ketika adzan berkumandang. Pernahkah engkau sedang malas untuk menyegerakan solat dan diam-diam, bisikan kecil dalam hatimu berkata, “ayo solat. ayo solat. Allah sedang memanggilmu untuk menemuiNya”.

Pernahkah engkau merasa demikian?. Kalau ya, maka sama, sayapun demikian.

Bisikan hati itu teman, bisa saja padam ketika kita tidak mendengarkannya sama sekali. Bisa saja ia mati karena kecuekan kita. Cobalah tengok, ketika seseorang sedang berusaha memberikanmu nasihat baik, namun engkau tak mendengarkannya, apa yang terjadi?.

Mungkin pada awalnya, ia akan tetap menasehatimu, dengan segenap keyakinan dan semangatnya. Namun, lambat laun, seiring dengan keabaianmu padanya, ia pun diam-diam akan menghilang dari hadapanmu. Malas hendak menasehati.

Barangkali tidak semua orang demikian, namun rata-rata akan seperti itu.

Begitupun dengan bisikan hati ini teman. Tidak ingatkah engkau bahwa kita ini diciptakan dengan hati yang benar-benar suci, bersih, putih tanpa noda dan dosa?. Itulah sejatinya hakekat hati.

Maka, jangan biarkan bisikan hati itu padam. Sebab ia akan cenderung membawamu ke lembah kebaikan. Membawamu untuk lebih dekat pada penciptamu, Allah SWT.

^ ^

Image

Panas


Cuaca yang panas menghembuskan angin yang panas. Walau sepoi-sepoi yang panas, tetap saja rasanya mengantuk.

Mengapa demikian?. Padahal panas. Entahlah.

Dikala panas, sebagian orang akan mengeluh “Aduh,, panas bangeeeett”, ato “Gile ni panas, ngajak brantem”, ato nya lagi “Deilah ni matahari, ga nyantai banget”, dan kalimat-kalimat sejenis lain nya.

Sebaliknya, ketika dinginpun sebangian orang juga akan mengeluh kedinginan.

Itulah sebab mengapa walaupun udara sepanas ini sore ini tetap harus disyukuri. Sebab akan tiba masanya kelak ketika udara mendadak sangat dingin, sampai-sampai rasanya ingin mengeluh, “mengapa udara dingin sekali?? brrrr,,,”.

Let’s say, “Alhamdulillaaaaahhh.. sore ini panas :D” 🙂

Aisyah RA yang Cerdas dan Dicintai


Siapa yang tak kenal ibunda Aisyah RA, istri kecintaan nabi Muhammad SAW setelah ibunda khadijah RA. Tak tanggung-tanggung, pernikahan ini terjadi karena nabi SAW mendapatkan wahyu berupa mimpi sampai 3 malam perihal siapa yang akan menjadi istrinya kelak. Istri yang satu-satunya masih perawan untuk dinikahi nabi SAW. Istri yang kelak akan menjadi sangat istimewa karena kecerdasannya dalam meraup ilmu langsung dari orang yang paling mulia, Rasulullah SAW.

Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah RA,

Aku bermimpi melihatmu selama 3 hari berturut-turut. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam balutan secarik kain sutera (putih). Ia berkata : ‘Ini adalah calon istrimu.’ Akupun lalu membuka kain sutera yang menutupi wajah itu. Ketika ternyata adalah kau, maka aku katakan : ‘Jika memang ini dari sisi Allah, niscaya Allah mewujudkannya“.

(HR. Ahmad)

Aisyah RA adalah wanita yang suci dan disucikan. Bahkan ketika terjadi fitnah padanya, Allah SWT langsung turun tangan mengklarifikasi fitnah zina tersebut melalu wahyu dengan perantara malaikat jibril as. SubhanaAllah. 😀

Nah, dalam buku Aishah RA yang Cerdas dan yang Dicintai (penulis : Ahmad Ibnu Salim Baduwilan) kita dapat mengenal sosok ibunda Aisyah RA lebih dalam lagi. Bagaimana akhlaknya, ilmu nya dan kasih sayangnya pada Rasulullah.

Inilah kurang lebih daftar isi dari buku tersebut :

Masa pertumbuhan Aisyah RA

pengantin yang diberkati

Posisi Aisyah RA di hati Rasulullah

Barakah Aisyah RA

Mendapat doa nabi SAW yang sarat berkah

Karakteristik dan keistimewaan Aisyah RA

Interaksi suami isti antara Rasulullah SAW dan Aisyah RA

Sifat-sifat ibunda tercinta Aisyah RA

Kecemburuan Aisyah RA

Kapasitas keilmuan dan kepakaran hukum Aisyah RA

Wanita ahli tafsir dan hadits

Pemahaman dan penguasaan Aisyah RA

Isu perselingkuhan Aisyah RA

Kata ulama tentang Aisyah RA

Wafatnya Aisyah RA

Menarik bukan?. jadi coba deh dibaca, diresapi dan pelan-pelan kita terapkan ilmu-ilmunya. Pasti tidak akan sama mulianya kita dengannya, namun setidaknya kita sudah berusaha. 🙂

Selamat membaca ya! ^ ^