Sayangnya


Sayangnya, patah semangat pun tak membuatmu maju.

Sayangnya, jika kau salah mengidolakan idola maka kau akan hancur.

Sayangnya, bekerja seharian dengan penat dipunggung membuatmu bergumam.

Sayangnya, waktu mu semakin menipis

Sayangnya, kesia-siaan akan menghancurkanmu

Sayangnya, hatimu hanya kamu yang dapat mengatur

Dan

Sayangnya, tidak semua yang kau pikirkan itu benar.

Berusahalah,.. Berusahalah..

Ketika kau menyerah, maka saat itulah kau kalah.

Jangan mengeluh. Hidup tak akan membaik dengan banyaknya keluhan. ^ ^

ingat terus firman Allah, bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan. ^ ^ (QS. Al-Insyiroh : 5-6)

Harus Menulis


Salam.

Selamat malam, for indonesian people. hho.

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar penting untuk diutarakan malam ini. Hanya sedang ingin menulis. Menulis apa saja. Sepanjang itu masih dapat disebut menulis.

Ternyata menulis itu juga bisa dirindukan. hhe.

BTW, apa kabarmu kawan?. semoga baik-baik saja. sama, saya juga. Disini.

Kali ini saya ingin menulis tentang rasa dendam.

Eits… Tunggu dulu, itu bukan berarti saya sedang menyimpan rasa dendam ataupun orang yang pendendam ya.. hehe.

it just according to drama that i’ve already watched. 😀

Mengapa orang sampai mendendam?. Bahagiakah mereka?. Bagaimana hari-harinya?.

Saya terus bertanya-tanya dalam diri, does that story exist?.

Mungkin setiap kita memiliki jawaban dan pandangan yang berbeda-beda. Tidak masalah, sebab bahagia itu terletak pada hati masing-masing. Pun begitu dengan resah-gelisah. 🙂

Yang paling jelas, seorang pendendam hidupnya tidak bahagia. Itu terlihat. Jelas. Mengapa?. Sebab, hari-harinya hanya dipenuhi oleh pikiran untuk membalas perlakuan kurang menyenangkan dari seseorang. Memikirkan bagaimana caranya agar si yang menyakiti mendapatkan balasan yang setimpal atau bahkan lebih dari yang telah ia dapatkan.

dan yang lebih parahnya (kalau menurut saya yang agak menyedihkannya), seseorang yang pernah menyakiti tersebut belum tentu ingat dengannya.

Dendam itu ternyata banyak rupanya. Ada juga dendam yang dapat membawa energi positif bagi seseorang. Misalnya bagi calon enterpreneur. Rata-rata pada awalnya mereka akan diejek diremehkan. Beberapa dari orang yang saya kenal, ketika diremehkan mereka akan berkata, “Liat 5 tahun lagi.. aku akan….bla bla bla”. Lalu menggebu-gebu untuk menggapai mimpi dan menepis anggapan miring orang-orang sekitarnya.

Ada juga dendam dengan rupa negatif. Misal orang yang suka mengejek dibalas dengan ejekan juga. Wah klo ini sih no comment saya. ga ada ujungnya.

Dendam.

Kenapa harus mendendam?.

ini pertanyaan yang belum bisa saya jawab dengan sempurna.

Mengapa harus mendendam?.

Barangkali karena kita punya hati, Atau karena kurang bersihnya hati. Terlalu mengharapkan dipuji-puji sehingga mudah sakit hati. Terlalu ingin dihormati sehingga tidak memeriksa isi hati. Atau mungkin karena terlalu tuli untuk mendengarkan hati nurani.

Ah,.. entahlah kawan.

Yang jelas, dari sepemahanan saya, mendendam itu tidak enak. Hanya pahit dari awal sampai akhir.

Bahagiakah mereka yang mendendam?.

Wah, ini juga saya tidak tahu kawan. Entah bahagia, entah tidak. Tergantung hati masing-masing. Namun, bagi hati yang mencintai kedamaian, tentu membalas perlakuan buruk orang lain dengan keburukan, juga tidak menyenangkan. Jika membunuh dibalas membunuh, lalu apa bedanya si pembunuh dengan kita?.

Bagaimana hari-hari si pendendam?.

Menurut pengamatan saya, hari-harinya banyak tersita untuk orang yang bahkan belum tentu memikirkannya. hehe. menghabiskan waktu untuk merencanakan pembalasan dendam. kesakitan dibalas dengan kesakitan. Bagaimanakah rasa sakit itu muncul?. Kebanyakan rasa sakit timbul akibat perilaku negative. it means, hidupnya dipenuhi hal-hal negative.

Janganlah menjadi orang yang pendendam,

tumblr_md42fkx8p01r1qvtfo1_400

Niat + Rasa = ?


Menariknya, rasa kecewa muncul ketika kita berharap kepada mahluk.

Akan selalu begitu. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah mengecewakan orang lain. Tidak ada manusia yang bisa benar-benar menepati janjinya. Tidak ada. Kecuali Dia, Allah semesta alam.

Anehnya, walau Allah Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Menepati janji, kita tetap ibadahnya segini-segini aja. Berharapnya asal-asalan. Mintanya lebih gede pake nafsu. Dikasih ujian dikit dibilang Allah sedang marah, Allah sedang menghukum, Allah lagi murka.

Kawan, Allah tidak memberikan apa yang kita minta pasti bukan karena Allah pelit atau Allah takut kekurangan. Allah ga kasih apa yang kita pinta itu pasti karena itu bukan yang terbaik untuk kita.

Kawan, Allah tidak mengabulkan doa-doa kita itu bukan berarti Allah ga mendengar doa-doa kita, bukan berarti Allah ga bisa mengabulkan doa-doa kita, dan bukan pula karena Allah itu pelit, melainkan Allah ingin kita selalu dekat-dekat dan berharap padaNya. Tidakkah kita sering lupa padanya ketika kebutuhan kita selalu terpenuhi?.

Kawan, ketika kita berdoa “Ya Allah, berikanlah aku kebahagiaan dan kekayaan”, dan ternyata Allah memberikan kita “kesedihan dan kecukupan”, bukan berarti Allah hendak menyiksa kita melainkan Dia sedang menunjukkan kasih sayang-Nya. Dia ingin kita kembali mengingatNya, kembali berharap padaNya. Dia sedang mengusahakan kita agar selalu berada dalam dekapanNya. Tidak kah orang yang selalu mengingat Allah adalah orang yang beruntung?. 🙂

Kawan, kita harus ingat bahwa Allah tahu segalanya, sedangkan kita tidak tahu. Jadi jangan sok tahu.

Jadi yuk mari banyak-banyak evaluasi diri. Banyak-banyak evaluasi niat yang terkandung dalam hati. Agar manusia tak dapat mengecewakan hati kita. Bila niatan kita benar, In Syaa Allah tidak akan ada yang bisa menyakiti hati kita.

ah.. jadi teringat sebuah hadis,

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan aginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan diapun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya”. (HR. Muslim no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA).

Indah kan hadisnya?. :). Islam is solution for our life. ^ ^. Alhamdulillah.

Yuk teman kita bangkit dari rasa kecewa! :D. Allah Maha Tahu, sedang kita tidak tahu. itu kuncinya. Jadi berdoa saja semoga kita termasuk orang yang beruntung, yaitu orang yang dapat mengambil hikmah. 🙂

-untuk seseorang yang sedang kecewa diujung sana-

Cara Membuat Bunga Bakar


Pertama siapkan alat dan bahan seperti : 1. kain jenis satin/shifon 2. siapkan pattern kelopak bunga 3. gunting 4. mancis 5. lilin cara membuat bunga dapat mengikuti foto dibawah :

pertama buat pola seperti dibawah ini

Muara Bungo-20140903-01959

Gunting kain sesuai pola

Muara Bungo-20140903-01958bakar ujung kain sehingga kain agak melekuk kedalam membentuk seperti kelopak bunga

(bakar dengan hati2 yaaa.. awas kebakaran )

Muara Bungo-20140903-01963

Setelah semua kelopak dibakar, lalu mulailah merangkai semua kelopak. Lem bagian kelopak setengahnya saja seperti gambar dibawah

Muara Bungo-20140903-01965

susun kelopak bunga membentuk lingkaran, semakin kedalam semakin sedikit jumlah kelopak yang dirangkai

Muara Bungo-20140903-01966

rangkai semua kelopak bunganya jadi seperti dbawah ini

Muara Bungo-20140903-01969

voala.. kalau sudah jadi, bunga bisa dirangkai menjadi seperti bros dibawah ini 😀

IMG00925-20140904-1245

Bagaimana Agar Hidup Diurus Allah


Kawan, bukankah enak kalau hidup ini Allah aja yang urus? Diserahin ke Allah. Pasrah, tapi bukan berarti tidak berikhtiar.

Seringkali kita menghindari masalah. Padahal masalah dibuat agar kita selalu ingat dan mendekat padaNya. Sama halnya dengan ujian dikampus. Pernahkah dosenmu memberikan ujian yang soal-soalnya dapat membunuhmu? atau membahayakanmu?. Bukankah ujian-ujian kampus itu membinamu untuk mejadi mahasiswa/i yang lebih baik?.

“Orang sengsara bukan karena masalahnya, tapi orang-orang sengsara karena salah menyikapi masalah tersebut.”

Untuk itu, diperlukannya beberapa resep untuk menghadapi hidup.

1. Siap menghadapi yang cocok dan siap menghadapi yang tidak cocok.

“Keinginan harus, ikhtiar wajib, tetapi tidak harus terjadi apa yang kita inginkan”. (Qs. Al-baqarah : 216)

sebab tugas kita hanyalah 2, pertama meluruskan niat, kedua menyempurnakan ikhtiar. Masalah hasil ya suka-suka Allah..

2. Harus ridho dengan apa yang sudah terjadi.

Terima aja dulu apa yang ada, disyukuri, sambil terus ikhtiar lebih baik.

“Kebanyakan orang menderita bukan karena kenyataan, tetapi karena tidak menerima kenyataan”.

Allah pun sudah mengingatkan kita,

Maha suci Allah yang menguasai (segala kerajaan) dan Dia kuasa atas segala sesuatu yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa dan Maha Pengampun.” (Al Mulk : 1-2)

“Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Baqarah : 155-157)

Dari suhaib RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh menakjubkan perkara orang-orang beriman, karena segala urusan baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat selain pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa itu yang terbaik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, (karena ia mengetahui) bahwa hal tersebut terbaik bagi dirinya”. (HR.Muslim)

Jadi, kejadian apapun harus menjadi bahan penyempurnaan untuk ikhtiar kita.

“janganlah kita berkata ‘kalau tau gini.. kalau tau seperti itu mending..'”, sebab itu akan mengurangi rasa syukur.

3. Jangan memusuhi diri sendiri

“syukuri keadaan apapun dan jalani. Jika berhasil melakukan kedua hal tsb, maka In Syaa Allah Allah akan menambah nikmatNya untuk kita”.

“Masalah itu tidak berbahaya, yang bahaya itu cara menyikapi masalah”.

“Bahwa semua masalah yang menimpa kita sudah diukur sama Allah”. (Qs. Al-Baqarah : 286).

4. Evaluasi diri

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (Qs. An-Nisa : 79)

Jadi jangan menyalahkan orang lain. Introspeksi diri. Sebab, menyalahkan orang lain hanya membuat tumpul kemampuan memperbaiki diri.

“Kita harus berani menghadapi hidup ini tanpa didramatisir. syukuri dan jalani”.

“hidup ini sederhana, hidup itu simple, yang rumit itu bila hidup sudah bercampur dengan keinginan ditambah nafsu. maka kendalikanlah kenginan dan nafsu.”

5. Cukuplah Allah sebagai penolong kita

Dan inilah termasuk salah satu doa Rasulullah, hendaknya dibaca pagi dan sore hari.

“Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum birahmatika astagiits…ashlihlii sya’nii kullahuu walaa takilnii ilaa nafsi thorfata ainin”

artinya:

“Wahai Dzat Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.” (HR. Al-Nasai dalam al-Sunan al-Kubra, Al-Bazzar, dan Al-Hakim dan ia menyatakan sahih sesuai syarat muslim. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 227)

Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)“. (Qs. Al-Kahfi :10)

Jadi janganlah bersandar pada manusia. Itu hanya akan menambah masalah.

“Pilih saja apa yang paling disukai Allah. In Syaa Allah hidup akan semakin tenang”.

Dan inilah rumusnya, 3M

1. Mulai dari diri sendiri

2. Mulai dari yang kecil

3. Mulai dari sekarang.

Jadi yuk kita coba, kawan.

-Sumber tulisan : Ceramah aa gym-

Nasihat Seorang Sahabat


Banyak anak muda jaman sekarang yang terserang sindrom galau.

Tahukah kau, kawan. Bahwa galau itu adalah sebuah sikap yang dibuat-buat.

Hanya kau saja yang belum tau mau melangkah kemana.

Didepan sana masih banyak buah yang manis. Lantas mengapa kau memilih buah yang asam dan pahit?.

Kau hanya kurang keberanian. Terlalu takut dengan resiko yang kelak harus kau hadapi.

Bukankah kau punya Tuhan?. Maka serahkanlah segala pada-Nya. Sang pemilik kehidupan.

Coba dekati DIA.

Kau tak akan tahu sampai kau mencoba.

Bukankah tugas kita yang manusia ini hanya berencana, berharap, berdoa dan berusaha?.

Ah kawan, perkara berhasil atau tidak, sungguh itu bukan kuasa kita -Si Manusia- ini.

Segala tindakan ada resiko. Ingatkah kau tentang hukum sebab-akibat?.

Maka, jangan cemaskan apa kata orang. Tapi cemaskanlah apa kata Allah padamu kelak. Terhadap pilihan-pilihanmu, terhadap gerak-gerikmu, terhadap kehidupan duniamu.

Cemaslah dengan apa yang kelak akan DIA katakan padamu. 

Beeb beeb boop


Beeb beeb boop..

Ternyata hidup didunia itu sebentar sekali.

Beeb beeb boop..

Ternyata hidup itu cuman kayak orang yang tidur siang di bawah pohon.

Beeb beeb boop..

Ternyata hidup di dunia itu cuman kayak dua jari yang dicelupkan ke dalam air laut, trus dua jari itu diangkat, lalu air yang tertinggal di dua jari itulah yang kita perebutkan. kehidupan dunia.

Beeb beeb boop..

Ternyata hidup di dunia itu hanya senda gurau belaka

Beeb beeb boop..

Ternyata Tuhan dan rasulullah tidak pernah memuji kehidupan dunia.

Beeb beeb boop..

Ternyata kehidupan dunia hanyalah fana.

Beeb beeb boop..

Beeb beeb boop..

Beeb beeb boop..

Beeb beeb boop..

*sambungan terputus*

Neng Tyas


Neng tyas..

Neng,, Neng tyas..

Kau itu sahabatku nan kece abis deh neng tyas.

Saking kece nya ampe abis gitu.

Neng,,

Neng tyas..

Sudah 5 tahun kita berkenalan. Berjumpa ria dalam tawa, berjumpa ria dalam rengutan, berjumpa ria dengan isi kepala yang berputar-putar. Berjumpa penuh tawa ria candaan anak muda , saling cerita menasehati. Saling peduli, saling mengasihi.

Neng, neng tyas.

Baru 7 bulan kita berpisah ini. Tapi rasanya sudah lama sekali.

Neng,.

Neng tyas, ternyata kamu itu sangat layak untuk dirindukan. 😀

Pesona keibuanmu sulit dilupakan. Cita rasa masakanmu yang kadang keasinan. Semangat juangmu dalam belajar. Keberanianmu dalam hidup.

Neng..

Neng tyas..

sepertinya aku menggambarkanmu random sekali.

Neng,.

Neng tyas, semoga kelak kita berjumpa lagi, dikehidupan esok pagi.

Neng, neng tyas..

Hanya doa yang dapat ku beri, untuk kau yang sudah mengisi hati ini. ^ ^

Say it Say


Say it Say.

Ada banyak hal yang tak bisa kau katakan.

Say it Say.

Ada begitu banyak kejadian yang tak sempat digoreskan.

Say it Say.

Ada beberapa hal yang terus kau simpan, namun tak dapat kau tuliskan.

Say it Say.

Ada banyak telinga, namun tidak semua mau mendengar.

Say it Say.

Ada banyak mata, namun tak mampu melihat.

Say it Say.

Ada begitu banyak nikmat, namun kau lupakan.

 

and Say it Say..

“Inna lillahi wa inna ilahiri roji’un”,…

Hanya kepada Tuhanmu lah kamu kembali, 🙂

Say it say,